Berita Terkini

KPU Kota Yogyakarta Laksanakan Training Of Trainers Fasilitator KPPS

Yogyakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta mengadakan kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi fasilitator Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Sabtu (2/11/2024) sebagai langkah persiapan menjelang pemungutan suara dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024. TOT ini diadakan untuk membekali para fasilitator dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan pemungutan suara yang jujur, adil, dan transparan. Dalam kegiatan TOT tersebut, KPU Kota Yogyakarta memberikan materi yang meliputi prosedur pemungutan suara, penghitungan suara, dan penanganan potensi kendala di lapangan. Peserta TOT terdiri dari PPK dan PPS se- Kota Yogyakarta, akan berperan penting dalam menyebarkan ilmu yang mereka dapatkan kepada anggota KPPS di seluruh wilayah Kota Yogyakarta. Komisioner KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, menyatakan bahwa TOT ini adalah upaya untuk memastikan seluruh anggota KPPS memahami tugas dan tanggung jawab mereka, serta mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pemilih. "Pemahaman yang baik dari KPPS sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh proses pemungutan dan penghitungan suara berlangsung sesuai aturan, sehingga hasilnya dapat diterima oleh semua pihak," ujar Harsya.   KPU Kota Yogyakarta berharap melalui TOT ini, para fasilitator KPPS bisa menjalankan tugasnya dengan profesional, menjamin transparansi, dan meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan teknis maupun administratif. Pelaksanaan Pilkada 2024 di Kota Yogyakarta diharapkan dapat berjalan aman, lancar, dan menghasilkan pemimpin yang memang diinginkan oleh masyarakat.   Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk dari pemerintah daerah yang mengharapkan sinergi antara KPU dan PPK serta PPS akan mampu meningkatkan partisipasi pemilih serta kualitas demokrasi di Kota Yogyakarta.

KPU Kota Yogyakarta Gelar Sosialisasi Pilwali 2024 dan Nonton Bareng Film "Tepatilah Janji" dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda

Yogyakarta– Memperingati Hari Sumpah Pemuda, KPU Kota Yogyakarta gelar acara sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Pilwali Yogyakarta 2024 dan Nonton Bareng Film ‘Tepatilah Janji’” di Hotel Tara, Kota Yogyakarta, Senin (28/10). Acara ini dihadiri oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), serta dua perwakilan dari tiap kelurahan se-Kota Yogyakarta. Dengan semangat kebangsaan yang kuat, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman dan kesadaran pemilih, terutama di kalangan pemuda dan pemilih pemula, mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024. Acara dimulai dengan suasana antusiasme para peserta yang ingin mendapatkan pengetahuan lebih tentang proses pemilihan serta kesadaran politik, sesuai dengan momen peringatan Sumpah Pemuda. Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, membuka acara dengan menyampaikan pentingnya acara ini dalam meningkatkan kesadaran politik generasi muda. Dalam sambutannya, Noor Harsya menyampaikan bahwa keterlibatan para pemuda dalam pemilihan umum bukan hanya sebagai hak, namun juga kewajiban sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap masa depan daerah mereka. “Pemuda adalah tulang punggung bangsa, terutama dalam hal pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan masa depan mereka sendiri. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap peserta memahami betul peran penting mereka dalam pemilihan. Kami ingin generasi muda kita tidak hanya sekadar memilih, tetapi juga mampu mempertimbangkan dengan matang siapa yang layak memimpin mereka,” ujar Noor Harsya. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi sosialisasi pendidikan pemilih yang dibawakan oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin) KPU Kota Yogyakarta, Zuhad Najamuddin. Sesi ini dikemas secara menarik dengan konsep tanya jawab yang memacu keaktifan peserta, di mana setiap pemuda yang berhasil menjawab pertanyaan dari Zuhad diberikan hadiah berupa perangkat sosialisasi menarik seperti helm, payung, kaos, boneka Si Kepel, dan mug. Berbagai hadiah ini tidak hanya meningkatkan antusiasme peserta, tetapi juga menjadi media sosialisasi KPU untuk Pilwali Yogyakarta 2024. Zuhad Najamuddin menekankan pentingnya pendidikan pemilih bagi pemula, yang menurutnya bukan hanya tentang tata cara pemilihan, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan tanggung jawab akan pentingnya memilih pemimpin yang amanah. “Melalui sesi ini, kami berharap agar pemuda memiliki dasar yang kuat untuk menentukan pilihan yang cerdas, memilih bukan karena tekanan atau iming-iming, tetapi benar-benar berdasarkan visi, misi, dan program calon yang terbaik,” ungkap Zuhad. Pada puncak acara, peserta diajak menonton film pendek berjudul “Tepatilah Janji”. Film ini mengisahkan seorang calon pemimpin yang menghadapi tantangan dalam menepati janji-janji politiknya, sehingga memberikan gambaran realistis tentang pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Para peserta terlihat antusias dan menikmati setiap alur cerita, serta merenungkan pesan moral yang disampaikan. Film ini menjadi alat efektif bagi KPU Kota Yogyakarta dalam menyampaikan pesan bahwa seorang pemimpin yang baik harus selalu berkomitmen pada janjinya, dan bahwa pemilih pun perlu memahami tanggung jawab mereka dalam memilih pemimpin yang jujur dan berdedikasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta, yang dilakukan untuk mengabadikan momen kebersamaan dalam semangat Sumpah Pemuda. Selain sebagai kenang-kenangan, foto bersama ini juga menjadi simbol komitmen para peserta untuk aktif dalam mendukung proses demokrasi yang bersih dan adil. Acara ditutup dengan penekanan ulang dari Ketua KPU Kota Yogyakarta mengenai pentingnya peran pemuda sebagai penggerak perubahan dalam proses demokrasi. KPU berharap bahwa sosialisasi ini akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda di Pilwali Yogyakarta 2024. Dengan semangat Sumpah Pemuda yang diwujudkan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi, KPU Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa ke berbagai lapisan masyarakat. Acara ini menjadi langkah nyata untuk mempersiapkan pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilih mereka. KPU Kota Yogyakarta juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi para pemuda untuk berperan aktif dalam demokrasi, sehingga pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024 dapat berjalan sukses, dengan partisipasi pemilih yang semakin meningkat. (humas&foto:salsa)  

KPU Kota Yogyakarta Laksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Yogyakarta -  Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda, KPU Kota Yogyakarta melaksanakan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 bertempat di halaman Kantor KPU Kota Yogyakarta, pada Senin (28/10/24). Tema Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024 bertemakan "Maju Bersama Indonesia Raya" Dasar kegiatan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 adalah surat KPU RI nomor 3906/PK.02.1-SD/04/2024. Dalam upacara tersebut, turut dilaksanakan pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928, dan terdapat pembacaan Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakan oleh pemimpin upacara oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Harsya Aryosamodro, dalam pesan yang dibacakan berisikan harapan kepada pemuda untuk lebih berperan dalam Pembangunan Nasional Indonesia adalah tepat adanya, dikarenakan pada hakikatnya pemuda adalah pemilik masa depan.

Film ”Tepatilah Janji” untuk Sarana Sosialisasi Pilkada

Yogyakarta - KPU Kota Yogyakarta mengadakan  Sosialisasi Tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024 melalui kegiatan Nonton Bareng Film ‘Tepatilah Janji’ yang digelar oleh pada Selasa (15/10/2024). Terundang dalam kegiatan ini, Polresta Yogyakarta, KODIM Kota Yogyakarta, Organisasi Perangkat Daerah Kota Yogyakarta, Mantri se-Kota Yogyakarta, serta awak media massa. Ketua KPU Kota Yogyakarta Noor Harsya Aryosamudro, dalam pembukaan kegiatan menyampaikan, selaku penyelenggara Pemilihan di Kota Yogyakarta, KPU Kota Yogyakarta berkewajiban untuk melakukan konsolidasi, koordinasi, dan sosialisasi dengan seluruh pihak dan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024. Salah satu cara sosialisasi yang kekinian adalah dengan media film, yang sedang gencar dilakukan oleh seluruh KPU se-Indonesia. Sri Surani, selaku anggota KPU DIY dalam sambutannya, berpesan kepada seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta karena Kota Yogyakarta adalah parameter Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di DIY maupun di Indonesia. Rani sekaligus menyematkan pesan agar netaralitas ASN tetap dijunjung tinggi meskipun ASN punya kesempatan yang sama untuk mengikuti kampanye, namun sebatas sebagai peserta dan bukan petugas kampanye atau jubir kampanye. Rani pun berharap agar Organisasi Perangkat Daerah Kota Yogyakarta dapat memfasilitasi dan mendukung terlaksananya Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024 yang aman, lancar, dan sukses.

KPU Kota Yogyakarta Gelar FGD dan Perumusan Materi Debat Pemilihan Walikota 2024

Yogyakarta  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta gelar Focus Group Discussion (FGD) dan perumusan materi debat calon Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta tahun 2024 selama 2 hari pada Kamis s.d Jum’at (17-18/10/2024) di Hotel Artotel Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintahan, tokoh masyarakat, dan akademisi, untuk memastikan materi debat mencakup isu-isu krusial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Yogyakarta. Acara dibuka pada pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Erizal, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, Erizal menekankan pentingnya partisipasi seluruh peserta dalam proses perumusan materi debat, mengingat kampanye adalah salah satu tahapan penting dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. "Kita semua memiliki peran penting dalam menentukan arah debat, yang nantinya akan menjadi bagian dari fasilitasi kampanye. Debat ini akan menjadi kesempatan bagi calon untuk memperlihatkan visi dan misi mereka dalam memajukan Kota Yogyakarta, maka dari itu, mohon bantuan bapak/ibu instansi terkait untuk menyampaikan rekomendasi/aspirasinya," ujar Erizal. Dalam penjelasannya, Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Agus M. Yasin, juga sosialisasikan daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Yogyakarta berjumlah 320.594 orang, dengan prosedur DPTb yang dapat diakses melalui kanal media sosial KPU. Selain itu, ia menjelaskan bahwa debat publik akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, dengan tema umum yang telah disiapkan untuk setiap sesi. Penjelasan teknis pembagian kelas dalam forum FGD ini kemudian dijelaskan oleh Erizal yang mana setiap kelas akan dipandu oleh pemantik, dengan diskusi yang berjalan secara berurutan. Para peserta juga diizinkan untuk memberikan masukan jika diperlukan. Beberapa isu krusial yang diangkat dalam diskusi perumusan materi debat antara lain inklusivitas, hunian & harga sewa rumah, ekonomi kelas menengah, isu kesehatan, pengembangan ruang cagar budaya, masalah sosial seperti banyaknya pengangguran, mudahnya akses peredaran minuman keras (miras), tak lupa pengelolaan sampah serta hal-hal lain yang sesuai dengan rencana pembangunan daerah Kota Yogyakarta. Kegiatan FGD ditutup oleh Erizal dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat masih dibuka melalui mekanisme yang telah diatur untuk memberikan masukan tambahan terkait materi debat. Dengan adanya kegiatan ini, KPU Kota Yogyakarta tandai langkah penting menuju pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024 yang lebih inklusif dan responsif terhadap permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. (foto & humas: salsa)

KPU Kota Yogyakarta Mulai Proses Sortir, Lipat, dan Hitung Surat Suara Pemilihan Walikota Yogyakarta Tahun 2024

Yogyakarta – KPU Kota Yogyakarta resmi memulai proses sortir, lipat, dan hitung surat suara untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024. Kegiatan ini berlangsung di Gudang KPU Kota Yogyakarta, dengan melibatkan 59 tenaga sortir dan lipat yang seluruhnya merupakan masyarakat sekitar yang ber-KTP Yogyakarta. Selain itu, pengamanan ketat juga disediakan oleh Polresta Kota Yogyakarta guna memastikan kelancaran dan keamanan proses ini. Sebanyak 328.931 surat suara akan disortir dan dihitung selama proses ini, dengan tambahan 2.000 surat suara yang disiapkan untuk pemungutan suara ulang jika diperlukan. KPU juga telah menyiapkan 166 kotak suara yang akan digunakan dalam proses pemilihan. Target pengerjaan ini diproyeksikan selesai dalam tiga hari, dimulai dari tanggal 21 Oktober hingga 23 Oktober 2024. Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, Srimulyani, katakan bahwa logistik yang sudah ada di gudang KPU Kota Yogyakarta diantaranya kotak suara, surat suara, bilik suara, sampul, tinta, segel dan kabel ties. Logistik lain, seperti formulir-formulir, alat tulis, alat coblos dan C.Hasil Plano juga dalam proses. Ketua KPU Kota Yogyakarta menyatakan bahwa proses ini merupakan bagian penting dari persiapan menjelang hari pemilihan, dan KPU memastikan seluruh surat suara dalam kondisi siap dan sesuai dengan ketentuan. Pengawasan ketat dari KPU Kota Yogyakarta untuk menghindari kesalahan atau kerusakan pada surat suara dan pengamanan dari pihak kepolisian ditujukan untuk menjaga keamanan dan integritas proses pemilu. "Dengan target tiga hari pengerjaan, kami yakin seluruh surat suara bisa siap tepat waktu. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan tidak ada surat suara yang cacat atau tidak layak digunakan," ujar Ketua KPU Kota Yogyakarta. Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024 merupakan momen penting bagi warga Kota Yogyakarta, dan KPU berkomitmen untuk menyelenggarakannya dengan transparan dan akuntabel. Proses sortir dan lipat ini adalah langkah awal menuju suksesnya penyelenggaraan pemilu di Yogyakarta. (humas&foto:salsa)