Berita Terkini

Khatamkan Al-Quran di Tengah Kesibukan, KPU Kota Yogyakarta Pertebal Nilai Spiritual Melalui Tadarus Bersama

YOGYAKARTA – Di tengah rutinitas mengawal agenda demokrasi, keluarga besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta kembali tunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan pemenuhan rohani. Bertempat di Pendopo KPU Kota Yogyakarta, Jumat (13/3/2026), jajaran pimpinan dan staf yang beragama Islam melaksanakan kegiatan Tadarus Al-Qur’an Kolektif yang penuh khidmat. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Ketua, Anggota, serta seluruh jajaran sekretariat KPU Kota Yogyakarta. Dipimpin oleh Anggota KPU Kota Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin, agenda ini bukan sekadar rutinitas mingguan di bulan Ramadan, melainkan menjadi momentum istimewa karena seluruh peserta berhasil menuntaskan pembacaan kitab suci hingga Khatam Al-Qur’an. Agus Muhamad Yasin dalam penyampaiannya ungkapkan rasa syukur yang mendalam atas tercapainya khataman ini di sela-sela kepadatan jadwal kantor. Menurutnya, keberhasilan mengkhatamkan Al-Qur’an secara bersama-sama merupakan simbol kekompakan dan keselarasan visi di internal lembaga. Suasana di Pendopo KPU Kota Yogyakarta tampak teduh saat doa khataman dipanjatkan. Seluruh jajaran tampak larut dalam kekhusyukan, memohon keberkahan bagi pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan ke depan agar senantiasa dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari segala hambatan. Kegiatan ini berikan pesan bahwa KPU Kota Yogyakarta diisi oleh individu-individu yang tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat. Integritas yang dijunjung tinggi di lapangan diharapkan berakar dari nilai-nilai kejujuran yang dipupuk melalui kegiatan keagamaan seperti ini. Penutupan agenda tadarus ini menandai semangat baru bagi jajaran KPU Kota Yogyakarta untuk terus memberikan pelayanan publik yang prima. Dengan hati yang jernih pasca-khataman, KPU Kota Yogyakarta siap melanjutkan tahapan-tahapan penting demokrasi dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi bagi seluruh warga Kota Yogyakarta. (sals)

Kawal Akurasi Data, KPU Kota Yogyakarta Terjunkan 5 Tim Sisir Pemilih Lansia dan Data Non-Aktif

YOGYAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta resmi melaksanakan aksi lapangan melalui Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih Secara Terbatas Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11 hingga 12 Maret 2026, ini sasar lima wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) di seluruh Kota Yogyakarta guna pastikan hak pilih warga tetap terjaga dengan data yang valid dan mutakhir. Dalam aksi lapangan ini, jajaran pimpinan yang terdiri dari Ketua, Anggota, Sekretaris, serta seluruh staf sekretariat KPU Kota Yogyakarta terjun langsung menjadi bagian dari petugas pendataan. Untuk pastikan aspek akuntabilitas dan transparansi, seluruh proses verifikasi di lapangan didampingi secara ketat oleh jajaran Bawaslu Kota Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pembagian kerja yang sistematis, di mana personel KPU terbagi ke dalam 5 Kelompok yang tersebar secara simultan di 5 wilayah Dapil. Fokus utama coklit terbatas kali ini adalah melakukan verifikasi faktual terhadap kurang lebih 50 sampel data pemilih yang masuk dalam kategori krusial dan membutuhkan penanganan khusus. Adapun kriteria sampel data yang diambil meliputi pemilih yang telah berusia di atas 100 tahun guna pastikan keberadaan dan status fisiknya, data pemilih yang terdeteksi tidak padan dengan basis data kependudukan, serta pemilih yang dinyatakan non-aktif oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penanganan terhadap data-data sensitif ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kegandaan atau ketidakakuratan daftar pemilih di masa mendatang. "Kami tidak hanya bekerja di belakang meja. Dengan turun langsung ke rumah-rumah warga di lima wilayah dapil, kami ingin memastikan bahwa setiap anomali data, seperti pemilih berusia seabad lebih atau data yang dinyatakan non-aktif oleh Kemendagri, dapat terverifikasi secara faktual," ujar perwakilan pimpinan KPU Kota Yogyakarta di sela kegiatan. Pendampingan dari Bawaslu Kota Yogyakarta sepanjang proses ini menjadi jaminan bagi publik bahwa pemutakhiran data berjalan sesuai regulasi dan bebas dari intervensi. Sinergi antara penyelenggara dan pengawas ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bersih dan berkualitas. Langkah jemput bola ini merupakan wujud nyata pelayanan KPU Kota Yogyakarta. KPU berupaya hadir secara langsung untuk menjamin bahwa proses demokrasi dimulai dari basis data yang sehat. Partisipasi warga dalam menyambut petugas dan memberikan keterangan yang akurat sangat diapresiasi demi terciptanya kedaulatan pemilih yang bermartabat. KPU Kota Yogyakarta akan segera lakukan sinkronisasi hasil temuan lapangan ke dalam sistem informasi data pemilih untuk memastikan Triwulan I tahun 2026 ditutup dengan kualitas data yang semakin presisi.(sals)

Pastikan Akurasi Data Pemilih, KPU Kota Yogyakarta Matangkan Persiapan Coklit Terbatas Triwulan I

YOGYAKARTA – Sebagai langkah nyata dalam menjaga kualitas demokrasi melalui data pemilih yang akurat dan mutakhir, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta selenggarakan Rapat Persiapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih Secara Terbatas Triwulan I Tahun 2026, Selasa (10/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo KPU Kota Yogyakarta ini dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan serta seluruh staf sekretariat. Rapat strategis ini dibuka langsung oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro. Dalam arahannya, beliau tekankan bahwa validitas data merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. "Setiap perubahan data di masyarakat, sekecil apa pun, harus terpotret dengan baik melalui proses coklit yang profesional. Hal ini adalah bentuk pemenuhan hak konstitusional warga agar terdaftar sebagai pemilih," tegas Harsya. Agenda utama rapat kemudian dipimpin oleh Anggota KPU Kota Yogyakarta selaku Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Zuhad Najamuddin. Dalam penjelasannya, Zuhad garisbawahi bahwa Coklit Terbatas Triwulan I ini bertujuan untuk menyisir data pemilih secara spesifik, terutama terkait pada pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat, hingga perubahan elemen data kependudukan di wilayah Kota Yogyakarta. Seluruh jajaran sekretariat turut dilibatkan secara aktif dalam diskusi mengenai skema pendataan agar proses pemutakhiran data berjalan efektif dan efisien. Fokus utama dalam persiapan ini adalah memastikan bahwa perangkat pendukung dan koordinasi lintas sektor telah siap sepenuhnya sebelum aksi lapangan dimulai. Persiapan matang ini merupakan jaminan bahwa KPU senantiasa bekerja sepanjang waktu untuk melindungi hak pilih masyarakat. Pengelolaan data menjadi prioritas, di mana KPU berupaya hadir lebih dekat melalui data yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk menyukseskan agenda Coktas Triwulan I ini sebagai bagian dari siklus berkelanjutan dalam membangun basis data pemilih yang kuat dan tepercaya di Kota Yogyakarta. (sals)  

Merajut Harmoni di Bulan Suci: KPU Kota Yogyakarta Gelar Kajian Jumat Pagi untuk Refleksi Diri

YOGYAKARTA – Memasuki pekan ketiga bulan Ramadan, suasana di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta terasa lebih tenang dan teduh. Seluruh pimpinan, komisioner, hingga jajaran sekretariat kembali berkumpul untuk mengikuti agenda rutin Kajian Keagamaan Jumat Pagi (6/3/2026), sebuah upaya kolektif untuk selaraskan ketajaman intelektual dengan kedalaman spiritual dalam menjalankan amanah lembaga. Kegiatan ini menjadi ruang bagi keluarga besar KPU Kota Yogyakarta untuk sejenak hentikan kesibukan administratif demi menumbuhkan ketenangan hati. Kebersamaan ini terbagi ke dalam dua kelompok sesuai dengan keyakinan masing-masing, sebagai bentuk nyata dari toleransi dan harmoni di lingkungan kerja. Di Pendopo KPU Kota Yogyakarta, jajaran pegawai Muslim khusyuk laksanakan tadarus Al-Qur'an dan kajian keislaman yang dipimpin langsung oleh Anggota KPU Kota Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin. Dalam lantunan ayat suci yang bergema, pesan-pesan mengenai kejujuran dan amanah dalam bekerja menjadi refleksi utama yang diharapkan mampu mengalir dalam setiap tugas kepemiluan yang diemban. Sementara itu, di ruang Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, jajaran pegawai Nasrani mengikuti sesi kajian agama yang dipimpin oleh Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, Srimulyani. Momentum ini diisi dengan doa bersama dan perenungan iman, yang menitikberatkan pada nilai-nilai kasih, pengabdian, serta integritas dalam melayani masyarakat Kota Yogyakarta. Potret toleransi ini menjadi pesan penting bahwa KPU Kota Yogyakarta adalah institusi yang junjung tinggi keberagaman dan nilai moral. KPU tidak hanya fokus pada pemungutan suara, tetapi juga bangun budaya kerja yang inklusif dan beradab. Kedamaian yang dipupuk di internal lembaga diharapkan dapat terpancar keluar, menciptakan kepercayaan publik yang lebih kokoh terhadap KPU sebagai penyelenggara pemilu yang kredibel dan berintegritas. (sals)

Perkuat Keterbukaan Informasi, KPU Kota Yogyakarta Ikuti Knowledge Sharing Pelayanan Publik KPU DIY

Yogyakarta - Komitmen untuk wujudkan tata kelola informasi yang transparan dan akuntabel terus diperkuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta. Pada Selasa (3/3/2026), seluruh jajaran pimpinan mulai dari Ketua, Anggota, Sekretaris, hingga staf sekretariat mengikuti agenda strategis Knowledge Sharing Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh KPU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrida, di mana jajaran KPU se-DIY ikuti kegiatan ini melalui Zoom meeting, sementara keluarga besar KPU Kota Yogyakarta simak bersama secara luring langsung dari Pendopo KPU Kota Yogyakarta. Agenda ini menjadi ruang krusial untuk selaraskan standar pelayanan informasi agar semakin prima dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Hadir sebagai narasumber utama sekaligus sebagai pembuka acara adalah Anggota KPU DIY Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM,  Sri Surani, serta Kepala Bagian di KPU DIY,  Analis Primadani. Keduanya bedah urgensi keterbukaan informasi sebagai pilar kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu. Dalam paparannya,  Sri Surani tekankan bahwa pelayanan informasi bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan bentuk penghormatan terhadap hak asasi warga negara untuk mengetahui proses demokrasi. "Informasi publik harus dikelola dengan cepat, tepat, dan sederhana. Kita harus memastikan bahwa setiap warga yang bertanya atau membutuhkan data kepemiluan mendapatkan jawaban yang akurat dan memuaskan," tegas Surani. Melengkapi materi tersebut,  Analis Primadani berikan pendalaman teknis tentang standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Beliau soroti pentingnya digitalisasi arsip dan kesiapan petugas layanan dalam menghadapi dinamika permintaan informasi dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi hingga pemilih umum. Ketua KPU Kota Yogyakarta sambut baik kegiatan ini sebagai ajang evaluasi sekaligus peningkatan kapasitas staf. Dengan mengikuti knowledge sharing ini, KPU Kota Yogyakarta berupaya minimalisir hambatan komunikasi dan pastikan seluruh produk hukum serta data informasi yang dihasilkan dapat tersaji dengan standar kualitas yang seragam di seluruh wilayah DIY. Penguatan kapasitas ini merupakan jaminan bahwa KPU Kota Yogyakarta adalah lembaga yang terbuka. Transformasi layanan informasi yang lebih profesional diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat yang lebih kritis dan cerdas, karena kemudahan akses data adalah kunci utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat di Kota Yogyakarta. (sals)  

Akselerasi Informasi Digital, KPU Kota Yogyakarta Tajamkan Kemampuan Multimedia Lewat Bimtek Strategis

YOGYAKARTA – Di era keterbukaan informasi, kecepatan dan kualitas konten menjadi kunci utama dalam menjangkau masyarakat. Menyadari hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Multimedia bagi seluruh jajarannya pada Jumat (27/2/2026). Bertempat di Pendopo KPU Kota Yogyakarta, kegiatan ini diikuti secara intensif oleh Ketua, Anggota, Sekretaris, hingga seluruh staf sekretariat yang tergabung dalam Tim Multimedia. Bimtek ini dirancang sebagai upaya peningkatan kapasitas (capacity building) pegawai agar lebih cakap dalam mengelola informasi publik melalui medium visual yang kreatif dan modern. Hadir sebagai pembicara utama, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, bersama praktisi multimedia profesional, Hendy Mahenta yang didampingi oleh Totok Hartanto Dalam arahannya, Noor Harsya Aryosamodro tekankan bahwa penguasaan multimedia saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap instansi pemerintah. "KPU harus mampu berbicara melalui konten yang relevan dengan tren saat ini. Kita ingin setiap pesan edukasi pemilu tersampaikan secara jernih, menarik, dan mudah dipahami oleh seluruh kalangan, terutama generasi digital," jelas Harsya di hadapan para peserta. Sementara itu, Hendy Mahenta bersama Totok Hartanto  memberikan materi teknis yang aplikatif. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diajak melakukan praktik langsung untuk menciptakan materi informasi yang bersifat publik-sentris. Peningkatan kompetensi ini merupakan jaminan akan hadirnya layanan informasi yang lebih transparan dan komunikatif. KPU Kota Yogyakarta berkomitmen bahwa setiap kebijakan dan tahapan yang dilakukan akan selalu didampingi dengan narasi visual yang edukatif, sehingga partisipasi publik dapat tumbuh melalui informasi yang segar dan akurat. Kegiatan bimtek ini ditutup dengan evaluasi hasil karya video pendek yang dibuat secara kolaboratif oleh para staf, menandai babak baru KPU Kota Yogyakarta yang lebih kreatif dan siap menghadapi tantangan komunikasi di era digital. (sals)