Berita Terkini

KPU Kota Yogyakarta Tandatangani Deklarasi Reformasi Birokrasi

Yogyakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta melaksanakan kegiatan Penandatanganan Deklarasi Reformasi Birokrasi Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas. Kegiatan ini dilaksanakan di Kebumen Jawa Tengah dan diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan serta pegawai KPU Kota Yogyakarta, [Jumat, 30 Januari 2026. Penandatanganan deklarasi tersebut merupakan langkah strategis KPU Kota Yogyakarta dalam mendukung pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, transparansi, serta profesionalisme aparatur. Deklarasi ini juga menjadi simbol komitmen bersama untuk menjunjung tinggi nilai integritas, netralitas, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ketua KPU Kota Yogyakarta Noor Harsya Aryosamodro dalam sambutannya menyampaikan bahwa Reformasi Birokrasi bukan sekadar formalitas, melainkan harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan kinerja sehari-hari diseluruh jajaran KPU Kota Yogyakarta. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik demi menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu. Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan deklarasi oleh Ketua, Sekretaris, Perwakilan Kepala subbagian dan Staf Pelaksana  KPU Kota Yogyakarta sebagai wujud komitmen bersama. Melalui deklarasi ini, KPU Kota Yogyakarta berharap dapat terus meningkatkan kualitas organisasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan demokratis.  

Bangun Solidaritas, KPU Kota Yogyakarta Gelar Penguatan Kelembagaan

Kebumen – Guna mantapkan koordinasi internal dan bangun mentalitas pelayan publik yang tangguh, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta selenggarakan agenda "Penguatan Kelembagaan" di Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (30/01/2026). Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh seluruh komisioner pimpinan dan jajaran sekretariat KPU Kota Yogyakarta sebagai bagian dari langkah strategis menyongsong tantangan demokrasi ke depan. Agenda yang dilaksanakan di luar lingkungan kantor ini bertujuan untuk ciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan cairkan sekat komunikasi antar-divisi. Fokus utamanya adalah bangun keselarasan pandangan dalam menjalankan roda organisasi agar tetap berada pada koridor integritas dan profesionalisme. Dalam sesi pengarahan, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, tekankan bahwa kekuatan sebuah lembaga negara tidak hanya terletak pada sistemnya, tetapi pada kualitas manusia di dalamnya. "Lembaga kita adalah rumah besar demokrasi bagi warga Yogyakarta. Lewat penguatan kelembagaan di Kebumen ini, kita ingin memastikan bahwa solidaritas tim semakin kokoh," ujar Harsya. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KPU Kota Yogyakarta turut berikan arahan teknis terkait manajerial sekretariat. Beliau garisbawahi pentingnya dukungan administratif yang lincah dan akuntabel sebagai tulang punggung kesuksesan setiap program KPU. "Penguatan ini adalah sarana kita untuk mengisi ulang energi dan komitmen. Kita harus pulang membawa semangat baru untuk bekerja lebih efektif, transparan," ungkapnya. Bagi publik, penguatan kelembagaan ini merupakan sinyal positif bahwa KPU Kota Yogyakarta terus berupaya menjaga kualitas performanya. Dengan tim yang solid dan terarah, segala bentuk layanan informasi maupun teknis kepemiluan kepada masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih akurat dan profesional. Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang pererat rasa kekeluargaan antar-pegawai. Melalui momentum di Kebumen ini, KPU Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya sekadar menjalankan tahapan, tetapi juga menjadi institusi yang hadir dengan wajah ramah, kredibel, dan bersih bagi seluruh warga Kota Yogyakarta. (sals)  

Bedah Sinergi Pendidikan Politik: KPU Kota Yogyakarta Terima Riset Mahasiswa UNY Terkait Kolaborasi Bersama Bakesbangpol

KPU Kota Yogyakarta menerima mahasiswa UNY  terkait penelitian Peran Bakesbangpol Kota  Yogyakarta Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Politik Pada Pilkada 2024. Yogyakarta, 27/1/2026 bertempat di KPU Kota Yogyakarta, Latifah Kusuma mahasiswa Administrasi Negara Universitas Negeri Yogyakarta melakukan wawancara dan diskusi bersama Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin. Kegiatan ini menjadi bagian upaya dari mahasiswa tersebut untuk mengetahui sinergitas program pendidikan politik yang dilaksanakan oleh KPU Kota Yogyakarta dan Kesbangpol Kota Yogyakarta sebagai mitra kerja. Wawancara dilakukan untuk memberikan kekuatan data sosialisasi sebagai bagian dari proses penyelesaian skripsi. Tema wawancara berkaitan dengan kesesuaian regulasi KPU derngan program kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Kota Yogyakarta dan sejauh mana koordinasi kebijakan antara kedua lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan politik. (Lea)

Sinau Bareng Tata Naskah Dinas: Langkah KPU Kota Yogyakarta Standarkan Administrasi Jamin Keabsahan Dokumen Negara

Yogyakarta -   Sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan rakyat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta sadari bahwa legitimasi sebuah proses demokrasi dimulai dari keabsahan dokumen administrasinya. Guna pastikan setiap surat keputusan dan dokumen negara yang diterbitkan memiliki standar hukum yang kuat, KPU Kota Yogyakarta ikuti agenda "Sinau Bareng Tata Naskah Dinas" pada Senin (26/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo KPU Kota Yogyakarta ini dilaksanakan secara hibrida. Seluruh jajaran Sekretariat KPU Kota Yogyakarta hadir secara luring dipimpin oleh Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, sementara sinau bareng dilakukan serentak secara daring bersama KPU Kabupaten/Kota se-DIY. Forum ini menjadi ruang krusial untuk membedah penerapan PKPU Nomor 2 Tahun 2021 dan PKPU Nomor 8 Tahun 2021 tentang Tata Naskah Dinas KPU. Acara dibuka secara resmi oleh Anggota KPU DIY, Ibah Muti'ah. Dalam arahan singkatnya, beliau menekankan bahwa kegiatan ini adalah momentum krusial untuk melakukan penyegaran pemahaman terhadap aturan baku. Materi teknis dikupas tuntas oleh Kabag Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL) KPU DIY, Bambang Gunawan, yang bedah struktur penulisan naskah dinas yang presisi. Sementara itu, Arsiparis KPU DIY, Khoirul Sulaiman, berikan perspektif mendalam mengenai pentingnya tata kearsipan agar setiap dokumen yang lahir dari tata naskah dinas yang benar dapat terjaga kelestariannya sebagai memori kolektif bangsa. Menutup rangkaian kegiatan, Sekretaris KPU DIY, Arief Suja'i, berikan penjelasan mendalam mengenai praktik surat-menyurat di lingkungan KPU. Beliau tekankan bahwa surat dinas adalah representasi resmi lembaga, sehingga setiap detail—mulai dari kode klasifikasi, tata letak tanda tangan, hingga etika korespondensi—harus diperhatikan dengan saksama. Melalui pertemuan ini, penguatan tertib administrasi ini berikan jaminan bahwa informasi dan produk hukum yang mereka terima dari KPU telah melalui proses standarisasi yang ketat. Dengan dokumen yang valid dan terstandar, risiko sengketa informasi dapat diminimalisir, dan transparansi lembaga semakin terjaga. Melalui semangat "Sinau Bareng" ini, KPU Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus tingkatkan kualitas tata kelola administrasinya. Dengan standarisasi naskah dinas yang mumpuni, KPU Kota Yogyakarta pastikan bahwa setiap derap langkah organisasi dalam melayani hak-hak politik warga selalu berpijak pada landasan administrasi yang sah, akuntabel, dan tepercaya. (sals)  

Perkuat Lini Pelayanan dan Profesionalisme: 10 Pejabat Fungsional KPU Kota Yogyakarta Resmi Dilantik

Yogyakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta miliki tambahan  formasi jabatan fungsional dalam jajaran birokrasinya guna tingkatkan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme lembaga. Kamis (22/1/2026), sebanyak 10 orang PNS di lingkungan Sekretariat KPU Kota Yogyakarta ikuti prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, KPU RI mengikuti secara luring sedangkan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota secara daring di satker masing-masing. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal KPU RI, Bernad Dermawan Sutrisno, dan diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran KPU di seluruh Indonesia. Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal tekankan bahwa transformasi jabatan fungsional merupakan langkah strategis untuk menciptakan birokrasi yang lebih lincah (agile) dan berbasis pada kompetensi keahlian. Hal ini krusial untuk pastikan setiap tahapan pemilu dan layanan informasi kepemiluan kepada masyarakat dapat dikelola oleh tenaga ahli yang kompeten di bidangnya. Diharapkan menjadi tenaga segar yang memperkuat integritas serta kecepatan respons lembaga dalam melayani kebutuhan warga Kota Yogyakarta terkait hak-hak demokrasi mereka. Dengan resmi dilantiknya para pejabat fungsional ini, KPU Kota Yogyakarta berkomitmen untuk semakin solid dalam mengawal kedaulatan rakyat, Kehadiran para tenaga fungsional yang kini telah mengucap sumpah/janji jabatan menjadi fondasi kuat bagi KPU Kota Yogyakarta untuk terus wujudkan birokrasi yang bersih, melayani, profesional dan berintegritas tinggi menuju suksesnya penyelenggaraan demokrasi di Kota Yogyakarta. (sals)  

KPU Yogyakarta Ajak Pengurus Cabang PMII DIY Jadi Motor Penggerak Literasi Politik Mahasiswa

Yogyakarta -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta dorong organisasi kemahasiswaan untuk mengambil peran lebih besar sebagai pelopor kecerdasan berdemokrasi. Hal ini mengemuka saat jajaran pimpinan KPU Kota Yogyakarta menyambut kunjungan audiensi dari jajaran Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DIY di Pendopo KPU Kota Yogyakarta, Kamis (22/1/2026). Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Yogyakarta bersama jajaran pengurus baru Pengurus Cabang PMII periode terbaru ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi antara penyelenggara pemilu dan aktivis mahasiswa. KPU Kota Yogyakarta secara khusus ajak Pengurus Cabang PMII DIY untuk menjadi "motor penggerak" dalam meningkatkan literasi politik di lingkungan kampus, guna memastikan mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih administratif, tetapi juga pemilih yang kritis dan substansial. Bagi masyarakat luas, kolaborasi antara KPU dan organisasi kemahasiswaan seperti PMII merupakan langkah untuk menangkal penyebaran disinformasi dan apatisme politik. KPU meyakini bahwa mahasiswa memiliki jejaring dan bahasa yang lebih mudah diterima oleh sesama generasinya, sehingga pesan-pesan mengenai pentingnya partisipasi dalam demokrasi dapat tersampaikan lebih efektif dan luas. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, sambut hangat kehadiran pengurus baru Pengurus Cabang PMII DIY. Beliau tekankan bahwa pintu KPU selalu terbuka bagi elemen mahasiswa untuk berdiskusi dan berkolaborasi. "Kehadiran rekan-rekan mahasiswa hari ini merupakan energi positif bagi kami. KPU Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan organisasi kepemudaan. Kami berharap silaturahmi ini menjadi awal dari kolaborasi yang solid dalam mengawal nilai-nilai demokrasi di Kota Yogyakarta," ungkap Harsya. Dalam kesempatan tersebut, Anggota KPU Kota Yogyakarta Kadiv Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Agus M. Yasin, tekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penyambung lidah informasi resmi. "Kami berharap kawan-kawan PMII bisa menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan tahapan pemilu ke akar rumput. Literasi politik bukan hanya soal mencoblos, tapi bagaimana mahasiswa mampu membedakan informasi yang valid dengan hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat," ujar Yasin. Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Kota Yogyakarta Kadiv Hukum dan Pengawasan, Ratna Mustikasari, berikan arahan terkait pentingnya ketaatan pada regulasi. "Sebagai kaum intelektual, mahasiswa harus memahami koridor hukum dalam berdemokrasi. Kami mengajak PMII untuk ikut serta mengawasi jalannya proses demokrasi agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Kesadaran hukum ini adalah fondasi agar partisipasi yang muncul adalah partisipasi yang beretika dan bermartabat," tegas Ratna. Ketua KPU Kota Yogyakarta menutup audiensi dengan harapan agar silaturahmi dengan kepengurusan baru ini berlanjut pada aksi nyata dikancah bermasyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara KPU, Pengurus Cabang PMII DIY, dan elemen mahasiswa lainnya, KPU Kota Yogyakarta optimis kualitas demokrasi di Kota Jogja akan semakin meningkat melalui keterlibatan aktif kaum muda yang terliterasi dengan baik. (sals)