Berita Terkini

KPU Kota Yogyakarta Siapkan Profil Rumah Pintar Pemilu demi Tingkatkan Literasi Demokrasi Masyarakat

Yogyakarta -   Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta menggelar rapat internal guna membahas penyusunan profil Rumah Pintar Pemilu (RPP) pada Kamis (23/04/2026). Bertempat di Pendopo KPU Kota Yogyakarta, rapat tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota, Sekretaris, Kasubag, Tim Multimedia, serta staf Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kota Yogyakarta.   Inisiatif ini menjadi langkah strategis KPU Kota Yogyakarta dalam memperkuat fondasi pendidikan pemilih yang bersifat inklusif, interaktif, dan berkelanjutan — jauh melampaui sekadar sosialisasi musiman menjelang hari pemungutan suara. Rapat yang berlangsung dalam suasana konstruktif tersebut memfokuskan pembahasan pada pengumpulan dan pengorganisasian data untuk membangun profil Rumah Pintar Pemilu yang komprehensif. Dokumen profil ini nantinya akan menjadi acuan resmi sekaligus wajah kelembagaan RPP KPU Kota Yogyakarta di hadapan publik dan pemangku kepentingan. Ketua KPU Kota Yogyakarta menekankan bahwa Rumah Pintar Pemilu bukan sekadar ruang fisik, melainkan sebuah ekosistem pembelajaran demokrasi yang hidup dan dinamis. "Rumah Pintar Pemilu adalah rumah kita bersama — rumah tempat warga belajar, bertanya, dan memahami bahwa suara mereka adalah kekuatan nyata dalam demokrasi. Profil yang sedang kita susun ini adalah cerminan dari komitmen kami untuk hadir secara bermakna di tengah masyarakat," ujar Ketua KPU Kota Yogyakarta. Dalam forum tersebut, Sekretaris dan Tim Multimedia KPU Kota Yogyakarta memberikan masukan terhadap konsep visual dan narasi yang akan digunakan dalam penyajian profil RPP, termasuk konten digital yang dirancang agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan — dari pemilih pemula hingga generasi senior. Pendekatan multiplatform menjadi salah satu strategi utama agar jangkauan informasi semakin luas. Sementara itu, staf Parmas dan SDM turut menyampaikan masukan terkait data kegiatan, capaian program, serta potensi pengembangan RPP ke depan. Sinergi antarbidang ini dinilai krusial untuk menghasilkan profil yang tidak hanya akurat secara data, tetapi juga mampu mengomunikasikan nilai-nilai demokrasi secara efektif kepada publik. Anggota KPU Kota Yogyakarta yang membidangi Partisipasi Masyarakat, Agus M. Yasin, menyampaikan bahwa profil RPP akan menjadi instrumen komunikasi publik yang penting. "Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada tempat yang bisa mereka kunjungi untuk belajar tentang pemilu — mulai dari cara memilih, memahami sistem pemilu, hingga mengenali hak-hak mereka sebagai warga negara. Profil ini adalah pintu masuk pertama agar mereka percaya dan mau datang," terangnya. Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, Srimulyani, menambahkan bahwa penyusunan profil ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik sesuai dengan amanat regulasi kepemiluan. Rumah Pintar Pemilu sendiri merupakan program nasional KPU Republik Indonesia yang dihadirkan di beberapa kabupaten dan kota di Indonesia sebagai pusat edukasi pemilih. Di Kota Yogyakarta, RPP diharapkan menjadi ruang terbuka yang ramah bagi semua segmen masyarakat — pelajar, mahasiswa, komunitas warga, hingga penyandang disabilitas — untuk mendapatkan akses informasi kepemiluan yang berkualitas. Rapat ditutup dengan pembagian tugas dan pematangan konsep draf profil, yang selanjutnya akan difinalisasi melalui proses revisi bersama sebelum dipublikasikan secara resmi. KPU Kota Yogyakarta menargetkan profil Rumah Pintar Pemilu dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat luas dalam waktu dekat. Dengan langkah ini, KPU Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya: demokrasi yang sehat dimulai dari masyarakat yang cerdas dan melek pemilu. (sals)  

Tingkatkan Aksesibilitas, CPNS KPU Kota Yogyakarta Hadirkan Inovasi Portal Arsip dan Dokumen Hukum

YOGYAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta terus tunjukkan komitmennya dalam perkuat keterbukaan informasi publik melalui inovasi teknologi. Pada Rabu (22/4/2026), bertempat di Pendopo KPU Kota Yogyakarta, jajaran pimpinan mulai dari Ketua, Anggota, Sekretaris, hingga seluruh staf menyaksikan Sosialisasi Hasil Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan KPU Kota Yogyakarta, Wahyu Hidayat, yang bertugas di Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum. Pada kegiatan sosialisasi tersebut, Wahyu paparkan sebuah terobosan berupa Portal Arsip dan Dokumen Hukum. Inovasi ini lahir dari pengamatannya terhadap kendala yang sering dihadapi oleh masyarakat maupun staf internal saat mengakses Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) KPU Kota Yogyakarta melalui mesin pencari daring. Selama ini, akses ke JDIH sering kali terkendala oleh sistem pencarian yang kurang efisien. Pengguna kerap alami kesulitan karena hasil yang muncul di laman pencarian tidak relevan dengan kata kunci atau keyword yang dimasukkan ke dalam kotak pencarian. Kondisi ini menghambat masyarakat mendapatkan informasi terkait regulasi kepemiluan yang akurat dan cepat. Melalui portal baru yang ia kembangkan, Wahyu sampaikan solusi berupa penyediaan portal arsip dan dokumen hukum sebagai jembatan menuju laman JDIH. Portal ini dirancang untuk hubungkan pengguna secara langsung menuju sasaran dokumen yang dibutuhkan tanpa harus terjebak dalam alur pencarian yang rumit di laman JDIH utama. Dengan alur yang lebih sederhana dan terstruktur, masyarakat kini dapat temukan arsip dan dokumen hukum dengan jauh lebih efektif. Ketua dan Anggota KPU Kota Yogyakarta berikan apresiasi positif atas inisiatif tersebut. Inovasi ini dinilai sejalan dengan semangat KPU Kota Yogyakarta dalam berikan pelayanan prima yang transparan kepada publik. Dengan sistem yang lebih efisien, diharapkan tingkat partisipasi masyarakat dalam memahami aturan kepemiluan akan meningkat, karena hambatan akses terhadap dokumen hukum telah berhasil dipangkas. Lebih lanjut, Sekretaris KPU Kota Yogyakarta sampaikan bahwa integrasi inovasi yang diusulkan dalam hasil aktualisasi ini akan segera ditelaah lebih lanjut untuk diterapkan dalam operasional sehari-hari. Srimulyani berharap, setiap pegawai di lingkungan KPU Kota Yogyakarta mampu menjadi agen perubahan yang solutif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi maupun tantangan kerja di masa depan sesuai dengan pedoman ASN dan nilai-nilai dari tagline BerAkhlak. Keberadaan portal ini merupakan wujud nyata bahwa KPU Kota Yogyakarta selalu berupaya tingkatkan kualitas layanan digitalnya. KPU Kota Yogyakarta berharap kemudahan akses ini dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh akademisi, praktisi hukum, peserta pemilu, maupun warga umum yang butuhkan kepastian informasi mengenai regulasi hukum pemilu. (sals)  

Spirit Kartini di KPU Kota Yogyakarta: Saat Srikandi Pimpin Barisan

YOGYAKARTA – Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta pada Selasa pagi (21/4/2026). Dalam rangka peringati Hari Kartini ke-147, seluruh jajaran KPU Kota Yogyakarta gelar upacara bendera dengan keistimewaan yang cerminkan semangat perjuangan perempuan Indonesia: seluruh petugas upacara yang bertugas hari ini adalah pegawai wanita dari KPU Kota Yogyakarta. Upacara ini dihadiri oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, jajaran Anggota, Sekretaris, struktural, hingga staf KPU Kota Yogyakarta. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Anggota KPU Kota Yogyakarta, Ratna Mustika Sari, sementara Komandan Upacara dipimpin oleh Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, Sri Mulyani   Dalam amanat yang disampaikan, Ratna Mustika Sari menekankan bahwa peringatan Hari Kartini bagi jajaran KPU bukan sekadar seremoni sejarah, melainkan momentum untuk refleksikan kembali semangat "Habis Gelap Terbitlah Terang" dalam tugas kepemiluan. "Bagi kita di KPU Kota Yogyakarta, semangat Kartini sangat relevan. Jika Kartini berjuang memberikan hak suara bagi perempuan agar bisa menentukan nasibnya sendiri, maka tugas kita di KPU adalah memastikan setiap warga negara—laki-laki maupun perempuan—memiliki hak yang sama, suara yang sama, dan kesempatan yang sama dalam menentukan masa depan bangsa melalui demokrasi," ujar Ratna dalam amanatnya. Ratna uraikan bahwa meneladani Kartini di lingkungan KPU dapat dilakukan melalui tiga cara utama. Pertama, dengan junjung tinggi integritas sebagai napas utama yang tidak mengenal batasan gender, sehingga setiap individu memiliki ruang yang sama untuk berprestasi. Kedua, dengan jadikan semangat belajar sebagai budaya kerja untuk menjawab tantangan regulasi kepemiluan yang dinamis. Ketiga, dengan berikan pelayanan kepada masyarakat dan peserta pemilu melalui pendekatan hati yang mengedepankan etika, keramahan, serta transparansi sebagai ciri khas budaya Yogyakarta. Menutup amanatnya, Ratna ajak seluruh jajaran untuk terus berkarya bagi bangsa dengan profesionalisme. "Di era modern ini, perjuangan kita adalah menjaga marwah lembaga dengan transparansi dan komitmen. Mari pastikan KPU Kota Yogyakarta tetap menjadi institusi yang inklusif, adil, dan mampu menerangi setiap sudut demokrasi dengan integritas yang tak tergoyahkan," pungkasnya. Upacara yang dipimpin sepenuhnya oleh para "Srikandi" KPU ini menjadi simbol komitmen lembaga dalam menjunjung tinggi kesetaraan dan inklusivitas. KPU Kota Yogyakarta berharap, semangat emansipasi ini tidak berhenti di upacara saja, melainkan terus diinternalisasi dalam setiap pelayanan publik yang diberikan demi demokrasi yang lebih baik. (sals)

KPU Kota Yogyakarta Hadirkan Ruang Dialog Baru, Matangkan Persiapan Produksi Podcast Edukasi Pemilu

YOGYAKARTA – Dalam upaya perluas jangkauan edukasi pemilih dan menjawab tantangan transformasi digital, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta mulai matangkan rencana produksi konten berbasis audio-visual. Pada Senin (20/4/2026), jajaran KPU Kota Yogyakarta gelar rapat persiapan produksi Podcast KPU Kota Yogyakarta bertempat di ruang rapat utama. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, didampingi oleh Anggota KPU, Agus Muhamad Yasin. Turut hadir dalam pembahasan teknis ini jajaran Anggota, Sekretaris, serta seluruh struktural dan staf sekretariat yang akan terlibat dalam proses kreatif maupun operasional podcast tersebut. Inisiatif ini lahir dari keinginan KPU Kota Yogyakarta untuk hadirkan informasi kepemiluan yang tidak hanya akurat dan formal, tetapi juga lebih "membumi" dan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya kaum muda. Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, sampaikan bahwa podcast akan menjadi instrumen baru untuk membedah isu-isu kepemiluan dengan cara yang lebih santai.  Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Kota Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin, tambahkan bahwa konten yang akan diangkat nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan publik. Fokus utama pembahasan tidak hanya seputar regulasi teknis, tetapi juga topik-topik menarik seperti sejarah demokrasi, peran aktif pemilih pemula, hingga bedah isu terkini yang sedang berkembang di tengah warga Kota Yogyakarta. Seluruh anggota, struktural dan staf yang hadir dalam rapat juga berikan masukan kreatif terkait teknis produksi, mulai dari penentuan narasumber yang kredibel, pemilihan host yang komunikatif, hingga strategi promosi agar konten podcast ini dapat menjangkau audiens yang luas. Kehadiran podcast ini diharapkan menjadi kanal baru yang transparan dan informatif. Ini merupakan komitmen KPU Kota Yogyakarta untuk terus berinovasi dalam berikan layanan informasi publik yang modern, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Persiapan akan segera memasuki tahap produksi perdana, dengan harapan program ini dapat segera mengudara dan menjadi referensi terpercaya bagi warga dalam memahami demokrasi secara lebih dalam. (sals)  

Sinergi Kawal Demokrasi, KPU Kota Yogyakarta Sambut Baik Inisiasi Kolaborasi HMI untuk Gaet Pemilih Muda

YOGYAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta kembali perluas kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan guna perkuat partisipasi generasi muda dalam agenda demokrasi. Pada Jumat (17/4/2026), jajaran pimpinan KPU Kota Yogyakarta menerima kunjungan audiensi dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pendopo KPU Kota Yogyakarta. Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif ini menjadi ajang perkenalan sekaligus penjajakan kerja sama strategis. Dalam audiensi tersebut, pengurus HMI sampaikan keinginan mereka untuk berkontribusi aktif dalam tingkatkan kesadaran politik dan partisipasi anak muda, khususnya mahasiswa dan pemilih pemula, dalam setiap tahapan pemilu ke depan. Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, sambut baik inisiatif positif tersebut. Menurutnya, keterlibatan organisasi kemahasiswaan seperti HMI adalah katalisator penting untuk menjangkau segmen pemilih muda yang sangat dinamis. "Kami sangat terbuka dan mengapresiasi semangat teman-teman HMI. Anak muda adalah pemilik masa depan demokrasi, dan keterlibatan aktif teman-teman mahasiswa akan memberikan dampak besar dalam menekan angka golput serta meningkatkan kualitas pilihan politik di kalangan generasi Z," ungkap Harsya. Sejalan dengan hal tersebut, Anggota KPU Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Agus Muhamad Yasin, tambahkan bahwa KPU memerlukan mitra yang kreatif dalam melakukan edukasi politik. "Kami menyambut baik ajakan kerja sama ini. Kolaborasi ke depan dapat diwujudkan melalui berbagai agenda, mulai dari diskusi tematik, pendidikan pengawas partisipatif, hingga sosialisasi kreatif di media sosial. KPU siap memfasilitasi ruang bagi teman-teman HMI untuk bersama-sama mengawal dan mengedukasi pemilih muda kita," ujar Yasin. Pihak HMI nyatakan kesiapannya untuk segera tindaklanjuti audiensi ini dengan menyusun rencana aksi konkret. Mereka berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam sebarkan nilai-nilai demokrasi yang jujur dan berintegritas di lingkungan kampus dan masyarakat luas. Sinergi ini menjadi pesan positif bahwa KPU Kota Yogyakarta senantiasa inklusif dan kolaboratif. Dengan gandeng organisasi kepemudaan, diharapkan ekosistem demokrasi di Kota Yogyakarta dapat terus tumbuh dengan partisipasi masyarakat yang semakin cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. (sals)

Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi, KPU Kota Yogyakarta Evaluasi Strategi Pengelolaan Media Sosial

YOGYAKARTA – Di tengah pesatnya dinamika informasi digital, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta terus laksanakan penguatan terhadap kanal-kanal komunikasi publiknya. Pada Kamis (9/4/2026), seluruh jajaran pimpinan mulai dari Anggota, Sekretaris, hingga seluruh staf sekretariat berkumpul di Pendopo KPU Kota Yogyakarta untuk laksanakan Rapat Evaluasi Pengelolaan Media Sosial. Rapat ini menjadi forum strategis untuk bedah efektivitas konten yang telah diproduksi selama kurun waktu terakhir. Evaluasi ini mencakup analisis jangkauan audiens (engagement), relevansi pesan, serta ketepatan waktu unggahan di berbagai platform resmi milik KPU Kota Yogyakarta. Selama rapat berlangsung, dibahas pula mengenai strategi merespons pertanyaan warganet secara cepat dan solutif. Mengingat media sosial KPU Kota Yogyakarta menjadi pintu utama bagi masyarakat dalam mencari informasi kepemiluan, maka kecepatan respons menjadi tolok ukur penting dalam pelayanan publik digital. Pemanfaatan teknologi multimedia, seperti infografis dan video pendek, akan terus ditingkatkan agar informasi kepemiluan yang bersifat teknis dapat dikemas menjadi konten yang ringan dan mudah dicerna oleh generasi muda. Penguatan pengelolaan media sosial ini merupakan sarana yang baik untuk senantiasa tingkatkan kualitas pelayanan publik. KPU Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus buka ruang diskusi seluas-luasnya di ranah digital, pastikan transparansi informasi tetap terjaga, dan perkuat kepercayaan publik melalui komunikasi yang santun, informatif, serta responsif. (sals)