Berita Terkini

Rawat Spiritualitas di Bulan Suci, KPU Kota Yogyakarta Gelar Kajian Keagamaan

YOGYAKARTA – Suasana khidmat selimuti kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta pada Jumat pagi (27/02/2026). Di tengah kesibukan jalankan tugas rutin, seluruh jajaran pimpinan dan sekretariat KPU Kota Yogyakarta awali aktivitas dengan agenda Kajian Keagamaan Pagi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan spiritual di bulan Ramadan. Kegiatan yang bertujuan untuk pertebal keimanan sekaligus pererat kerukunan antar pegawai ini dilaksanakan secara serentak di dua lokasi berbeda di lingkungan kantor. Program ini menjadi bukti nyata bahwa KPU Kota Yogyakarta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas dan inklusivitas di dalam lingkungan kerja. Bagi jajaran yang beragama Islam, agenda diisi dengan kegiatan tadarus Al-Qur'an dan kajian yang dipusatkan di ruang Pendopo KPU Kota Yogyakarta. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Anggota KPU Kota Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin. Dalam suasana yang tenang, para pegawai tampak antusias lantunkan ayat-ayat suci sebagai sarana pembersihan hati dan peningkatan ketakwaan di bulan yang penuh berkah ini. Di saat yang bersamaan, jajaran KPU Kota Yogyakarta yang beragama Nasrani selenggarakan kajian keagamaan di ruang Sekretaris KPU Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, Srimulyani. Momentum ini menjadi ruang bagi pegawai Nasrani untuk lakukan refleksi iman, berdoa bersama, dan memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat dalam bingkai kasih dan kedamaian. Pemandangan ini memberikan pesan kuat tentang harmoni di instansi penyelenggara pemilu. KPU Kota Yogyakarta tunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat solidaritas internal. Melalui asupan spiritual yang rutin ini, KPU Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus hadir sebagai institusi yang berintegritas, humanis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi bagi seluruh elemen masyarakat. (sals)

Sinergi Kawal Pemilih Muda: KPU, Bawaslu, dan Balai Dikmen Kota Yogyakarta Matangkan Pendidikan Politik di Sekolah

YOGYAKARTA – Langkah kolaboratif untuk perkuat kualitas demokrasi di kalangan generasi muda terus diperkuat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta lakukan audiensi strategis ke Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Yogyakarta pada Rabu (25/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Balai Dikmen ini dihadiri oleh formasi lengkap pimpinan kedua lembaga, yakni Ketua, Anggota, dan Sekretaris KPU serta Bawaslu Kota Yogyakarta. Kehadiran rombongan penyelenggara pemilu ini diterima langsung dengan hangat oleh Kepala Balai Pendidikan Menengah Yogyakarta beserta jajarannya. Acara dibuka oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, yang tekankan pentingnya kerja sama lintas institusi untuk menjangkau pemilih di tingkat sekolah menengah atas. Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta berikan pengantar mengenai urgensi pengawasan sejak dini di lingkungan pendidikan. Kepala Balai Dikmen Yogyakarta sambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk bantu jembatani program-program edukasi demokrasi bagi siswa di wilayah Kota Yogyakarta. Dalam sesi pembahasan gagasan, Anggota KPU Kota Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin, memaparkan rencana strategis mengenai Pendidikan Pemilih Pemula. Beliau menekankan bahwa siswa SMA/SMK sederajat harus memiliki literasi politik yang kuat agar menjadi pemilih yang cerdas dan mandiri. Sementara itu, Siti Nurhayati dari Bawaslu Kota Yogyakarta memaparkan urgensi Pendidikan Pengawas Partisipatif agar para pelajar berani ikut serta mengawasi jalannya proses demokrasi. Satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam audiensi ini adalah saran inovatif dari pihak Bawaslu yang telah dibicarakan bersama KPU, yakni gagasan Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) di tingkat Kota Yogyakarta. untuk membuka ruang diskusi yang lebih luas dan terstruktur bagi para siswa yang menjabat sebagai pengurus MPK di sekolah masing-masing. Di  forum MPK tingkat kota, para siswa dapat saling bertukar pikiran dan mendalami tata kelola organisasi serta nilai-nilai demokrasi secara lebih mendalam dan aplikatif. Diskusi interaktif yang berlangsung hangat ini menghasilkan kesepahaman untuk menyatukan visi dalam mengedukasi generasi Z di Yogyakarta. Topik utama yang dibahas menjadi pondasi untuk menyusun jadwal sosialisasi yang terintegrasi di sekolah-sekolah di bawah naungan Balai Dikmen. Audiensi ditutup dengan kesepakatan untuk segera menindaklanjuti poin-poin kerja sama tersebut dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan tenaga pendidik, langkah ini merupakan jaminan bahwa pendidikan demokrasi di Kota Yogyakarta dijalankan secara profesional, inklusif, dan berintegritas guna mencetak generasi penerus yang sadar akan hak dan kewajiban politiknya. (sals)

Perteguh Solidaritas Sambut Ramadan, KPU Kota Yogyakarta Gelar Konsolidasi Internal dan Penguatan Integritas

YOGYAKARTA – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan semangat pembenahan diri dan penguatan organisasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta selenggarakan agenda Konsolidasi Internal di Pendopo KPU Kota Yogyakarta, Selasa (24/2/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pimpinan dan jajaran sekretariat ini menjadi ruang strategis untuk selaraskan ritme kerja sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpegawai. Acara dibuka langsung oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, yang tekankan bahwa bulan puasa adalah momentum emas untuk tingkatkan kualitas layanan. "Ramadan merupakan waktu yang sangat baik bagi kita untuk bermusyawarah dan merumuskan kerja bersama. Sebagai pelayan masyarakat, tujuan utama kita adalah mewujudkan pelayanan prima yang berlandaskan kebersamaan," ungkap Harsya. Sentuhan humanis dan spiritual juga warnai arahan dari Kadiv Sosdiklih, Parmas & SDM, Agus Muhamad Yasin. Beliau ingatkan jajaran KPU untuk melakukan refleksi mendalam mengenai perilaku sehari-hari. "Puasa bukan hanya soal menjaga makan dan minum, tetapi juga mengendalikan hati dan lisan. Hindari kata-kata yang dapat menyakiti orang lain, karena luka hati bisa membekas sepanjang hayat. Berikanlah manfaat kepada sesama; berbicaralah yang bermanfaat, atau lebih baik diam," pesan Yasin dengan penuh makna. Dari sisi teknis dan kebugaran, Kadiv Perencanaan, Data & Informasi, Zuhad Najamuddin ajak seluruh jajaran untuk hidupkan kembali kegiatan "Jumat Krida" sebagai upaya menjaga kebugaran fisik staf. Ia juga ingatkan agenda krusial yang sudah menanti di depan mata, yakni pelaksanaan Coklit Terbatas (Coktas) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang akan berlangsung bertepatan dengan bulan puasa. Sementara itu, Kadiv Hukum & Pengawasan, Ratna Mustika Sari tarik garis lurus antara ibadah puasa dengan semangat reformasi birokrasi. "Puasa dan pembangunan Zona Integritas (ZI) memiliki filosofi yang sama, yaitu transformasi menuju hal yang lebih baik. Semua bermuara pada kebaikan, di mana kewajiban berubah menjadi kesadaran, dan kesadaran akhirnya bermuara pada keikhlasan dalam mengabdi," jelasnya. Menutup rangkaian arahan, Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, Srimulyani, sampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah Ramadan seraya mendoakan keberkahan dan peningkatan ketakwaan bagi seluruh staf. Beliau tegaskan bahwa inti dari konsolidasi ini adalah meningkatkan persatuan di lingkungan kerja. Selain memperkuat aspek emosional, pertemuan ini juga sepakati rencana kegiatan mengaji bersama selama bulan Ramadan serta pengelolaan Iuran Dana Sosial bagi pegawai sebagai bentuk kepedulian antar sesama rekan kerja. Bagi publik, konsolidasi internal ini merupakan jaminan bahwa KPU Kota Yogyakarta tetap bekerja dengan performa terbaik meski dalam suasana berpuasa. Dengan hati yang bersih dan koordinasi yang solid, KPU Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus hadirkan pelayanan publik yang berintegritas dan humanis bagi seluruh warga Kota Yogyakarta. (sals)  

Sambut Ramadan dengan Semangat Literasi Digital, KPU Kota Yogyakarta Gelar Bimtek Multimedia

YOGYAKARTA – Mengawali suasana khidmat menjelang bulan suci Ramadan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta pilih untuk perkuat kapasitas diri melalui peningkatan keterampilan teknologi. Bertempat di kantor KPU Kota Yogyakarta, Rabu (18/2/2026), seluruh jajaran pimpinan dan sekretariat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Multimedia sebagai langkah strategis dalam modernisasi cara penyampaian informasi kepada publik. Kegiatan ini menghadirkan praktisi ahli, Hendy Mahenta, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Hendy bedah berbagai teknik broadcasting agar informasi yang disampaikan ke masyarakat lebih menarik dan komunikatif. Pelatihan ini dirancang agar setiap pegawai KPU Kota Yogyakarta tidak hanya mahir secara administratif, tetapi juga cakap dalam produksi informasi digital yang mampu jangkau seluruh lapisan masyarakat secara efektif. Sekretariat KPU Kota Yogyakarta tegaskan bahwa pemilihan waktu di awal masa Ramadan ini merupakan momentum untuk memupuk semangat baru. Belajar ilmu baru dianggap sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian dalam berikan pelayanan terbaik. Dengan kemampuan multimedia yang mumpuni, diharapkan pesan-pesan edukasi politik dan tahapan kepemiluan dapat tersaji dengan lebih segar dan mudah dipahami oleh warga Kota Yogyakarta di sela-sela aktivitas ibadah mereka. Bagi masyarakat luas, penguatan kapasitas multimedia ini merupakan jaminan bahwa KPU Kota Yogyakarta terus bertransformasi menjadi lembaga yang informatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Lewat konten-konten multimedia yang lebih berkualitas, warga diharapkan bisa mendapatkan informasi yang akurat sekaligus menghibur, sehingga tingkat literasi demokrasi di Kota Yogyakarta dapat terus meningkat secara signifikan. Bimtek yang berlangsung secara interaktif ini ditutup dengan sesi praktik langsung, di mana para peserta mencoba merancang konten edukatif di bawah bimbingan langsung narasumber. Semangat yang terbangun dalam pelatihan ini menjadi modal berharga bagi KPU Kota Yogyakarta untuk mengisi bulan Ramadan dengan berbagai konten syiar demokrasi yang kreatif dan bermanfaat bagi publik. (sals)  

Cetak Agen Perubahan Inklusif, 30 Anak Muda Resmi Dikukuhkan Jadi Duta Demokrasi Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA – Estafet kepemimpinan demokrasi di Kota Yogyakarta masuki babak baru dengan hadirnya para penggerak muda yang inklusif. Bertempat di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta pada Jumat (13/2/2026), sebanyak 30 anak muda terpilih resmi dikukuhkan sebagai Duta Demokrasi Kota Yogyakarta. Pengukuhan ini dilakukan oleh Staf Ahli Walikota Yogyakarta serta disaksikan langsung oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kota  Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin, Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Kepala Bidang Poldagri Ormas Kesbangpol DIY, Sekretaris Kesbangpol Kota Yogyakarta. Komposisi 30 Duta Demokrasi yang dikukuhkan cerminkan semangat inklusivitas yang kuat, terdiri dari 2 orang perwakilan Pemuda Ampuh, 14 perwakilan Kemantren se-Kota Yogyakarta, 1 orang dari Forum Anak Kota Yogyakarta, 1 orang dari kelompok disabilitas SIGAB, serta 11 orang perwakilan Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) Yogyakarta. Amanah sebagai Ketua Duta Demokrasi dipercayakan kepada Pangky Febriantanto, S.I.P., M.I.P., yang diharapkan mampu orkestrasi seluruh elemen pemuda tersebut dalam mengawal nilai-nilai demokrasi di wilayah Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, Sekretaris Bakesbangpol sampaikan bahwa pembentukan duta ini bertujuan untuk bangun narasi positif mengenai demokrasi yang aktif, di mana anak muda terpilih diharapkan mampu memberikan "provokasi positif" serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pemilu mendatang. Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wirawan Hario Yudho, tekankan pentingnya tumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang selaras dengan nilai moral bangsa Indonesia. Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, ingatkan agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan harus berlanjut pada pemberdayaan nyata dan kejelasan ruang kerja bagi para duta untuk jaga kualitas demokrasi di lapangan. Sebagai agen perubahan, para Duta Demokrasi ini emban mandat berat namun mulia, mulai dari menjadi agen edukasi politik melalui berbagai media hingga promosikan nilai demokrasi yang inklusif dan sehat di lingkungan masing-masing. Mereka juga diproyeksikan menjadi benteng pertahanan dalam tangkal disinformasi dan hoaks terkait politik, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara elemen masyarakat dan pemerintah. Melalui langkah ini, diharapkan tercipta budaya politik yang partisipatif dan berintegritas, yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat Kota Yogyakarta tanpa terkecuali. (sals)  

Rawat Memori Demokrasi, Gerakan Rabu Asik Kita Ng-arsip, Pastikan Administrasi KPU Kota Yogyakarta Makin SIP

YOGYAKARTA – Integritas sebuah lembaga penyelenggara pemilu tidak hanya tecermin dari apa yang tampak di lapangan, tetapi juga dari kerapian dokumen di balik meja. Menyadari hal tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta lakukan giat rutin mingguan dalam aksi kolektif bertajuk "Rabu Asik, Kita Ng-arsip, KPU Kota Jogja Makin SIP" yang berlangsung intensif selama dua hari, 11-12 Februari 2026. Kegiatan yang melibatkan seluruh pimpinan dan jajaran Sekretariat KPU Kota Yogyakarta ini bertujuan untuk tata ulang, klasifikasi, dan dokumentasikan arsip-arsip penting secara sistematis. Dengan suasana yang penuh semangat kebersamaan, tumpukan dokumen dinas diolah menjadi arsip yang rapi dan mudah diakses. Anggota KPU Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Ratna Mustika Sari, dalam arahannya tekankan bahwa arsip adalah tulang punggung kepastian hukum. Sejalan dengan itu, Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, Srimulyani, berikan dorongan teknis kepada seluruh staf agar jadikan budaya tertib arsip sebagai kebiasaan kerja sehari-hari. Menurutnya, administrasi yang rapi adalah kunci dari birokrasi yang lincah. Bagi KPU Kota Yogyakarta, gerakan ini merupakan jaminan bahwa setiap data kepemiluan dan dokumen negara dikelola dengan standar yang tinggi. Administrasi yang tertib memudahkan audit, mempercepat layanan informasi, dan memastikan setiap proses demokrasi terdokumentasi dengan abadi. Kegiatan ini buktikan bahwa di tangan KPU Kota Yogyakarta, urusan kearsipan yang sering dianggap kaku bisa dilakukan dengan asik dan menyenangkan tanpa mengurangi nilai profesionalisme. Dengan arsip yang makin "SIP", KPU Kota Yogyakarta siap melangkah lebih mantap dalam melayani kedaulatan rakyat. (sals)