Yogyakarta — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Pendidikan Pemilih dan Sosialisasi Kepemiluan yang secara khusus menyasar kelompok warga lanjut usia (lansia) di Kelurahan Suryodiningratan, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen KPU Kota Yogyakarta bahwa setiap warga negara — tanpa memandang usia — berhak mendapatkan akses informasi kepemiluan yang layak, setara, dan bermartabat. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, yang dalam sambutan pembukaannya menekankan makna penting dari kehadiran KPU di tengah komunitas lansia. Bagi KPU Kota Yogyakarta, menjangkau kelompok warga senior bukan sekadar memenuhi kewajiban prosedural, melainkan sebuah panggilan nurani kelembagaan untuk memastikan bahwa pengalaman panjang hidup para sesepuh masyarakat tetap tersalurkan secara bermakna melalui hak pilih mereka. "Setiap suara memiliki bobot yang sama di hadapan demokrasi. Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan kami kepada Bapak dan Ibu sekalian — bahwa KPU hadir bukan hanya untuk generasi muda, tetapi untuk seluruh warga Kota Yogyakarta tanpa terkecuali. Suara Bapak dan Ibu adalah bagian yang tidak tergantikan dari perjalanan demokrasi kita," ujar Harsya dalam sambutan pembukaannya. Pernyataan tersebut disambut hangat oleh para peserta yang hadir, menciptakan suasana penuh keakraban dan rasa saling percaya antara lembaga penyelenggara pemilu dan warga yang dilayaninya. Sesi pemaparan materi disampaikan oleh dua Anggota KPU Kota Yogyakarta yang membidangi divisi relevan. Anggota KPU yang mengepalai Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas & SDM), Agus Muhamad Yasin, menyampaikan materi mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam pemilu serta hak-hak mendasar yang dimiliki setiap pemilih. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang lugas, santun, dan disesuaikan dengan karakteristik peserta lansia — menghindari jargon teknis yang membingungkan, serta menggunakan pendekatan dialogis yang hangat dan mudah dipahami. "Memilih adalah hak yang sangat berharga. Kami ingin memastikan bahwa Bapak dan Ibu memahami bahwa suara yang diberikan di bilik suara adalah suara yang menentukan masa depan kota dan bangsa kita. Tidak ada yang terlalu tua untuk peduli pada masa depan," tutur Anggota KPU Kota Yogyakarta dari Divisi Sosdiklih Parmas & SDM. Selanjutnya, Anggota KPU Kota Yogyakarta yang mengepalai Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Zuhad Najamuddin, memaparkan informasi teknis seputar kepemiluan, mencakup penjelasan mengenai tahapan pemilu, mekanisme pendaftaran pemilih, sejarah pemilu dalam garis besar, serta informasi praktis yang perlu diketahui pemilih lansia saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Secara khusus, disampaikan pula informasi mengenai hak-hak aksesibilitas yang dijamin oleh regulasi kepemiluan bagi pemilih lansia dan penyandang disabilitas — termasuk hak untuk mendapatkan pendampingan, kemudahan akses fisik di TPS, serta prioritas layanan yang wajib diberikan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). "Kami ingin Bapak dan Ibu tahu bahwa TPS adalah tempat yang ramah dan nyaman bagi semua. Petugas kami terlatih untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Tidak perlu ragu atau khawatir — semua akan dipastikan berjalan lancar dan menyenangkan," jelas Anggota KPU Kota Yogyakarta dari Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi. Antusiasme peserta kegiatan ini tampak jelas sepanjang acara berlangsung. Para warga lansia Kelurahan Suryodiningratan mendengarkan dengan seksama setiap paparan yang disampaikan, dan suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Berbagai pertanyaan mengalir dari para peserta — mulai dari prosedur pemutakhiran data pemilih, cara mendapatkan formulir pindah memilih, mekanisme pemberian suara bagi pemilih yang memiliki keterbatasan fisik, hingga pertanyaan-pertanyaan seputar pentingnya memilih pemimpin yang amanah. Keingintahuan yang tinggi dari para peserta lansia ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berdemokrasi tidak pernah padam oleh usia. Tim KPU Kota Yogyakarta merespons setiap pertanyaan dengan sabar, tuntas, dan penuh empati — memastikan bahwa setiap peserta meninggalkan forum ini dengan pemahaman yang lebih baik dan rasa percaya diri yang lebih besar dalam menggunakan hak pilihnya. Kegiatan pendidikan pemilih bagi warga lansia di Kelurahan Suryodiningratan ini merupakan bagian dari program sosialisasi inklusif KPU Kota Yogyakarta yang menjangkau berbagai segmen masyarakat, termasuk kelompok rentan dan marjinal. Dalam kerangka strategis KPU Kota Yogyakarta, kelompok lansia mendapat perhatian khusus mengingat karakteristik kebutuhan informasi dan aksesibilitas mereka yang berbeda dari kelompok pemilih pada umumnya. Melalui pendekatan yang personal, empatik, dan hadir langsung di tengah komunitas, KPU Kota Yogyakarta menegaskan satu pesan yang sederhana namun kuat: demokrasi adalah milik semua orang — termasuk mereka yang telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk membangun kota dan bangsa ini. Suara mereka adalah warisan, dan warisan itu layak dijaga dengan sepenuh hati. (sals)