Berita Terkini

KPU Kota Yogyakarta Gelar Bimbingan Teknis dan Pendalaman Aplikasi SIREKAP untuk PPK dan PPS dalam Pemilihan Walikota Yogyakarta 2024

Yogyakarta— Dalam rangka memastikan kelancaran penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta tahun 2024, KPU Kota Yogyakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pendalaman Aplikasi SIREKAP bagi PPK dan PPS se-Kota Yogyakarta, Selasa (12/11/2024). Bertempat di The Malioboro Hotel, acara ini dihadiri oleh KPU DIY, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Kabag Tapem Kota Yogyakarta, serta PPK dan PPS Divisi Data dan Teknis. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Agus Muhamad Yasin, Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Yogyakarta, yang mewakili Ketua KPU Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, Agus Muhamad Yasin menegaskan pentingnya aplikasi SIREKAP dalam mendukung proses rekapitulasi suara yang transparan dan akurat. Beliau juga berharap agar seluruh peserta Bimtek dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam pemahaman mereka tentang teknis penggunaan aplikasi ini demi kelancaran tahapan pemilihan. Selanjutnya, sambutan juga diberikan oleh Anggota KPU DIY Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin), Muhammad Zainuri Ikhsan, yang menekankan pentingnya peran teknologi informasi dalam pemilihan kali ini. Zainuri menjelaskan bahwa SIREKAP tidak hanya mempermudah proses rekapitulasi suara, tetapi juga meminimalisasi potensi kesalahan data, sehingga validitas hasil pemilu dapat lebih terjaga. “SIREKAP adalah inovasi dalam pemilu yang memungkinkan data rekapitulasi dari TPS langsung tercatat dan terintegrasi secara digital, sehingga data lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Zainuri dalam sambutannya. Bimtek kali ini juga menghadirkan paparan mendalam mengenai penggunaan SIREKAP yang dipandu oleh Zuhad Najamuddin, Anggota KPU Kota Yogyakarta Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, bersama dengan Kasubbag Rendatin KPU DIY, Arry Dharmawan. Keduanya, didampingi oleh staf ahli dari KPU DIY, Aditya Wahyu, memaparkan langkah-langkah teknis mulai dari proses login, input data, hingga cara memastikan dokumen C Hasil telah terunggah secara sempurna. Materi yang disampaikan meliputi penjelasan mendalam tentang tata cara rekapitulasi hasil pemungutan suara di setiap TPS, proses unggah data melalui aplikasi, dan simulasi real-time penggunaan SIREKAP. Zuhad Najamuddin menegaskan bahwa penggunaan SIREKAP memerlukan ketelitian dan kesabaran ekstra dari setiap operator, karena data yang tercatat dalam aplikasi ini akan menentukan hasil akhir pemilihan di tingkat daerah. Peserta Bimtek diajak untuk melakukan praktik langsung penggunaan SIREKAP agar lebih memahami setiap fitur yang tersedia dalam aplikasi, sekaligus mengatasi kendala teknis yang mungkin dihadapi selama proses rekapitulasi. Dalam acara tersebut, turut hadir perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta yang siap mendukung kelancaran tahapan rekapitulasi suara di tingkat Kota Yogyakarta. Partisipasi dari berbagai instansi terkait diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan data pemilih serta mendukung pengawasan terhadap proses rekapitulasi suara secara digital. Kegiatan Bimtek ini disambut antusias oleh seluruh peserta. Dengan adanya pelatihan ini, KPU Kota Yogyakarta berharap agar PPK dan PPS di setiap kecamatan dan kelurahan dapat menjalankan tugas rekapitulasi dengan lebih efektif, transparan, dan akurat melalui SIREKAP. Ketua KPU Kota Yogyakarta mengapresiasi kerja sama semua pihak yang telah berpartisipasi, baik dari internal KPU maupun instansi terkait, dalam mendukung kesuksesan bimtek ini. (humas&foto: salsa) Melalui bimbingan teknis ini, KPU Kota Yogyakarta menargetkan kesiapan penuh dalam mengelola data hasil pemilu secara digital dan terintegrasi sehingga masyarakat Kota Yogyakarta dapat memperoleh hasil pemilu yang sah dan terpercaya. (humas&foto: salsa)    

KPU Kota Yogyakarta Gelar Bimbingan Teknis Penggunaan Sistem Informasi Logistik untuk Pemilihan 2024

Yogyakarta— Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kapasitas penyelenggara pemilu terkait pengelolaan logistik, KPU Kota Yogyakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan Sistem Informasi Logistik (SILOG) untuk Pemilihan Tahun 2024. Acara ini berlangsung di Hotel Santika Kota Yogyakarta, Minggu (10/11/2024) dengan melibatkan para peserta dari KPU DIY, Polresta Kota Yogyakarta, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta, dan para pengelola logistik pemilu di tingkat kecamatan dan kelurahan (PPK, PPS dan Sekretariat) yang akan berperan penting dalam suksesnya distribusi logistik Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Ketua KPU Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, Ketua KPU menyampaikan harapan agar bimtek ini dapat meningkatkan pemahaman para peserta tentang SILOG sehingga semua elemen logistik pemilu dapat dimonitor secara optimal. “Dengan dilakukan bimtek ini, harapannya ada peningkatan pengetahuan dan kapasitas bapak/ibu mengenai SILOG supaya bisa lebih paham dalam penggunaannya, sehingga dapat dimonitor secara bersama-sama dan memenuhi elemen-elemen yang diarahkan dalam divisi logistik,” ujar Ketua KPU Kota Yogyakarta. Selanjutnya, Sekretaris KPU DIY turut memberikan sambutan yang menekankan pentingnya ketepatan dan kecepatan dalam pengelolaan logistik pemilu, terutama dalam memastikan jumlah logistik sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Beliau menekankan bahwa logistik pemilu harus dapat diandalkan dalam ketepatan waktu dan kuantitas, yang semuanya dikendalikan melalui SILOG. “Logistik itu memiliki ciri khas dikejar-kejar waktu, tapi ketepatan merupakan hal yang lebih utama yang akan menentukan jumlah logistik itu benar disampaikan sesuai dengan jumlahnya. Karena semua proses administrasi diolah menggunakan sistem, silahkan memperhatikan bimtek hari ini dengan baik. Jangan lupa untuk meng-upload BTTB-nya, karena proses-proses ini akan dimonitor dan diawasi oleh KPU DIY secara langsung,” ujar Sekretaris KPU DIY. Bimbingan teknis kali ini dipandu oleh moderator Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik (KUL) KPU Kota Yogyakarta, Rahadiana, dan dengan narasumber Kasubbag Keuangan Umum dan Logistik (KUL) KPU DIY, Ardian. Sesi ini mengupas berbagai fitur SILOG yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan dan pemantauan logistik pemilu secara real-time. Para peserta bimtek diajak memahami alur logistik pemilu mulai dari perencanaan, distribusi, hingga monitoring agar setiap tahapan dapat terpantau dengan baik. Selain itu, dijelaskan pula cara unggah Berita Acara Serah Terima Barang (BTTB) sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam sistem logistik. Bapak Ardian menekankan pada penggunaan fitur-fitur SILOG untuk mengelola arus logistik dengan lebih efisien. Sistem ini juga diharapkan dapat memberikan pembaruan data yang cepat sehingga setiap pergerakan logistik dapat diketahui oleh semua pihak yang terlibat, terutama bagi KPU DIY yang akan memonitoring logistik di seluruh wilayah. Bimbingan teknis yang berlangsung hingga pukul 16.00 WIB ini berjalan dengan lancar dan disambut antusias oleh para peserta. Dengan pelatihan ini, KPU Kota Yogyakarta berharap seluruh penyelenggara pemilu di setiap jenjang mampu menjalankan tugas mereka dalam pengelolaan logistik dengan lebih efektif dan akurat, sesuai standar yang telah ditetapkan oleh KPU. SILOG sebagai sistem baru diharapkan mampu menjadi solusi dalam memudahkan pengelolaan logistik, khususnya di tengah jadwal pemilu yang padat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis KPU Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kapasitas SDM serta memastikan kesiapan logistik pemilu 2024, yang krusial bagi kelancaran jalannya pemilu secara menyeluruh. Melalui upaya ini, KPU Kota Yogyakarta berharap pemilu yang akan datang dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai prosedur, demi terselenggaranya pemilu yang transparan dan akuntabel bagi seluruh warga Kota Yogyakarta. (humas&foto: salsa)  

Debat Publik Pertama Calon Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024: Adu Gagasan yang Penuh Antusias

Yogyakarta,– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta sukses gelar Debat Publik Pertama Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024, Jumat (8/11/2024) malam di Hotel Tara, Kota Yogyakarta. Acara ini merupakan salah satu tahapan penting dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta yang diharapkan dapat memberikan wawasan langsung kepada masyarakat tentang visi, misi, dan program kerja dari masing-masing pasangan calon. Partisipasi Luas dari Berbagai Elemen Debat yang dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris KPU DIY, Bawaslu Kota Yogyakarta, serta jajaran perwakilan instansi terkait, termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Polresta Yogyakarta, dan Kodim 0734 Kota Yogyakarta, memperlihatkan dukungan penuh dari berbagai pihak untuk memastikan acara ini berjalan tertib dan lancar. Setiap pasangan calon juga hadir bersama Liaison Officer (LO) dan 30 pendukung, yang dengan tertib mengikuti jalannya acara di ruang debat. Selain itu, KPU Kota Yogyakarta juga menyiapkan 45 titik nonton bareng (nobar) yang tersebar di seluruh wilayah kota dengan koordinasi dari PPK dan PPS untuk menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga mereka dapat menyaksikan secara langsung perdebatan gagasan dari calon pemimpin mereka. Debat publik yang dimulai pukul 19.00 WIB dibuka oleh host Bayu Hariesta. Sebelum sambutan resmi, tiga penari tampil membawakan tarian tradisional "Tari Mangastuti" yang menggambarkan kearifan lokal Yogyakarta dan memberikan suasana hangat serta energik bagi seluruh hadirin. Setelah itu, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, memberikan sambutan. Noor menyampaikan harapan agar acara debat publik pertama ini dapat berjalan lancar dan sukses, serta memberikan informasi yang akurat dan lengkap kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Noor menyebutkan, “Kami mohon dukungan seluruh pihak agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, serta kami sambut seluruh warga Kota Yogyakarta yang mengikuti acara nobar di 45 titik yang diselenggarakan oleh PPK dan PPS di Kota Yogyakarta.” Sambutan ini menjadi tanda pembuka yang mengundang antusiasme hadirin serta masyarakat yang mengikuti melalui siaran langsung di lokasi nobar. Debat dilanjutkan oleh moderator Arga Dumadi dan Andhita Rizkiya, yang memandu jalannya acara dengan profesionalisme tinggi. Para panelis yang terdiri dari akademisi dan praktisi memberikan sejumlah pertanyaan kritis yang kemudian diserahkan secara resmi kepada KPU Kota Yogyakarta untuk ditanyakan kepada paslon. Moderator juga menjelaskan tata cara debat, termasuk pengambilan nomor soal oleh masing-masing paslon. Setiap pasangan calon diberi waktu untuk memaparkan visi misi mereka dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai langkah-langkah strategis yang akan mereka ambil jika terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta. Beragam Pertanyaan dari Panelis dan Sesi Tanya Jawab Antar-Paslon Setelah masing-masing paslon menyampaikan visi dan misi, acara berlanjut ke sesi utama debat. Pertanyaan dari panelis meliputi isu-isu penting yang berkaitan dengan tata kelola inklusif yang nantinya berhubungan erat dengan pembangunan kota, tata kelola pemerintahan, strategi peningkatan kesejahteraan ekonomi, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan sektor pariwisata dan pendidikan. Setiap paslon kemudian mendapat giliran untuk mengambil nomor soal dari fishball, yang diikuti oleh pembacaan soal oleh moderator. Para paslon menjawab dengan tanggapan yang rinci dan lugas, menyajikan program-program unggulan serta komitmen mereka dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Dalam sesi berikutnya, setiap pasangan calon diberi kesempatan untuk saling bertanya. Sesi ini menghidupkan suasana debat dengan antusiasme dari hadirin, memperlihatkan kemampuan masing-masing paslon dalam mempertahankan argumentasi serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang diangkat. Setiap calon menunjukkan ketegasan dalam menyampaikan program-program unggulan mereka sambil tetap menjaga ketertiban dan kesopanan dalam berdebat. Closing Statement dan Penutupan Acara Di akhir debat, masing-masing paslon memberikan closing statement yang menegaskan komitmen mereka dalam membangun Yogyakarta sebagai kota yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. Pesan-pesan yang disampaikan oleh para calon ini mencerminkan visi mereka dalam memimpin kota Yogyakarta lima tahun ke depan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih dengan bijak. Debat pertama ini ditutup oleh host dan moderator sekitar pukul 21.30 WIB. Seluruh paslon dan pendukung mereka meninggalkan venue dengan tertib, sementara masyarakat yang mengikuti siaran langsung di lokasi nobar dan media sosial memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang profesional dan informatif. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan debat menunjukkan bahwa pemilihan kepala daerah ini telah menjadi perhatian serius dan melibatkan kepedulian luas dari seluruh elemen warga. Debat pertama ini telah membuka peluang bagi warga Kota Yogyakarta untuk mengenal calon pemimpin mereka dengan lebih baik. Diharapkan, pada hari pemungutan suara, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan ikut serta dalam menentukan masa depan Yogyakarta yang lebih baik, dengan pemimpin yang amanah, kompeten, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (humas&foto: salsa)  

KPU Kota Yogyakarta Gelar Simulasi Pemungutan Suara untuk Persiapan Pilkada 2024

Yogyakarta - KPU Kota Yogyakarta mengadakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024 di TPS 15 Kelurahan Prenggan Sabtu 9 November 2024, Kotagede. Acara ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai prosedur pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang. Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Jingle Pilwali, serta dilanjutkan dengan pembacaan doa. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, serta menegaskan pentingnya simulasi sebagai bagian dari persiapan akhir Pemilu. “Simulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh penyelenggara pemilu, khususnya di tingkat PPS dan PTPS, sudah memahami dengan baik prosedur yang harus dilakukan,” ujar Noor Harsya. Anggota KPU DIY, Tri Mulatsih, turut menambahkan bahwa simulasi ini juga memberikan kesempatan bagi para petugas pemilu untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri menghadapi hari H. “Simulasi ini penting agar kita bisa memastikan pemilu berjalan lancar dan seluruh pihak terlibat memahami setiap tahapan dengan baik,” kata Tri Mulatsih. Bawaslu Kota Yogyakarta, melalui sambutan yang disampaikan oleh Nur Hayati, menggarisbawahi tujuan utama simulasi ini, yaitu untuk meminimalkan hambatan dalam pelaksanaan pemilu dan memastikan kenyamanan bagi seluruh pemilih. “Kami ingin memastikan setiap pemilih mendapatkan pengalaman pemilu yang nyaman dan lancar,” ungkap Nur Hayati. Sementara itu, perwakilan PJ Walikota Yogyakarta menegaskan dukungannya terhadap kelancaran pelaksanaan Pilkada Kota Yogyakarta. “Simulasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa perencanaan yang baik dapat menghindarkan kita dari masalah di hari pemungutan suara,” katanya. Simulasi ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan penyelenggara pemilu, khususnya di tingkat TPS, dalam menjalankan tugas mereka secara efektif dan akuntabel. Diharapkan dengan adanya simulasi ini, masyarakat semakin percaya pada proses pemilu dan siap menggunakan hak pilihnya pada 27 November mendatang. Simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan yang dilakukan oleh KPU Kota Yogyakarta menjelang Pilkada 2024. Selain di Kota Yogyakarta, kegiatan serupa juga diadakan di seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia untuk memastikan kelancaran Pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

KPU Kota Yogyakarta Gelar Rapat Koordinasi Pelayanan Pindah Memilih (DPTb) Bersama Instansi Terkait untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024

Yogyakarta, 6 November 2024 – Guna mematangkan persiapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta gelar Rapat Koordinasi Pelayanan Pindah Memilih (DPTb). Bertempat di Hotel The Malioboro, Kota Yogyakarta, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait termasuk Ketua dan Sekretaris KPU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Polresta Yogyakarta, Disdukcapil Kota Yogyakarta, Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta, Kesbangpol Kota Yogyakarta, serta perwakilan PPK dan PPS divisi data se-Kota Yogyakarta. Lembaga pemasyarakatan seperti Rutan 2A Yogyakarta dan Lapas 2A Yogyakarta, perwakilan dari 15 rumah sakit se-Kota Yogyakarta, dan Bawaslu Kota Yogyakarta juga turut hadir untuk berkoordinasi demi kelancaran pemilihan ini. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan prosesi pembukaan yang dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta jingle Pilwali sebagai simbol kebersamaan dan kesadaran bersama akan pentingnya proses pemilihan. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Yogyakarta menegaskan komitmen KPU dalam memberikan akses layanan pemilihan yang inklusif dan menjangkau setiap warga negara yang berhak memilih, terutama bagi pemilih yang membutuhkan fasilitas pindah memilih (DPTb). “Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap ada sinkronisasi antara seluruh instansi agar proses pelayanan DPTb bisa berjalan efektif, mengedepankan akurasi data, dan memastikan hak pilih masyarakat terlindungi,” ungkap Ketua KPU Kota Yogyakarta. Dalam arahan yang disampaikan oleh Zuhad Najamuddin, Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kota Yogyakarta, dipaparkan teknis pelaksanaan DPTb, termasuk prosedur pendataan, kriteria pemilih yang berhak melakukan pindah memilih, serta tata cara pelaporan. Zuhad menyampaikan bahwa pentingnya kerja sama dengan berbagai instansi, terutama rumah sakit, lapas, dan rutan, sebagai tempat yang sering menjadi tujuan perpindahan memilih bagi pemilih yang tidak bisa hadir di tempat asalnya. “Kami menekankan perlunya pendataan yang akurat dan menyeluruh dalam proses pelayanan DPTb. Harapannya, semua instansi memahami perannya dalam membantu KPU untuk memberikan akses memilih kepada setiap warga yang membutuhkan, termasuk warga yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit atau yang sedang berada dalam tahanan,” jelas Zuhad. Ia juga menekankan bahwa seluruh proses harus dilaksanakan sesuai peraturan, dengan menjaga integritas data serta transparansi dalam pelayanan pemilih. Diskusi interaktif yang dipandu oleh Kasubbag Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kota Yogyakarta, Luky Anggraeni, menyoroti beberapa poin penting terkait alur kerja serta tantangan yang mungkin dihadapi oleh masing-masing instansi. Dalam sesi evaluasi, peserta rapat diberi kesempatan untuk memberikan masukan dan menyampaikan permasalahan yang berpotensi muncul selama proses pelaksanaan DPTb. Perwakilan dari Disdukcapil, misalnya, menyampaikan kesiapan dalam mendukung verifikasi data kependudukan, sementara perwakilan rumah sakit menyatakan komitmen untuk membantu pasien yang berpotensi pindah memilih dengan mengoordinasikan data pasien sesuai pedoman dari KPU. Pada kesempatan ini, Bawaslu Kota Yogyakarta juga menyampaikan pentingnya pengawasan yang ketat dalam proses DPTb agar tidak ada manipulasi data pemilih yang bisa mencederai integritas pemilihan. Menanggapi hal ini, KPU Kota Yogyakarta memastikan bahwa mekanisme DPTb akan diawasi dengan ketat oleh pihak terkait, demi menjamin bahwa seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku dan hak suara masyarakat benar-benar terlindungi. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dan berjalan lancar, menciptakan sinergi antara KPU dan seluruh instansi yang terlibat. KPU Kota Yogyakarta berharap hasil rapat ini akan membantu memperkuat koordinasi lintas instansi demi kelancaran pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024. Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa seluruh pemilih, baik yang tetap maupun yang menggunakan fasilitas DPTb, dapat menggunakan hak pilih mereka dengan mudah dan aman. Dengan terlaksananya rapat koordinasi ini, KPU Kota Yogyakarta menunjukkan komitmen untuk menciptakan pemilihan yang inklusif dan partisipatif, memberikan ruang bagi seluruh pemilih yang berhak. Selain itu, diharapkan seluruh instansi dapat terus berkoordinasi dengan KPU dalam setiap tahapan pemilihan untuk mewujudkan proses demokrasi yang bersih, adil, dan dapat dipercaya oleh seluruh masyarakat. (humas&foto: salsa)  

KPU Kota Yogyakarta Uji Publik Materi Debat Pilwali 2024

Yogyakarta-  -Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kota Yogyakarta melaksanakan uji publik tema debat publik untuk pasangan calon walikota dan wakil walikota peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024, Selasa (5/11/2024). Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Kota Yogyakarta Agus Muhamad Yasin di Kota Yogyakarta, Jumat, mengatakan KPU membagi rancangan materi debat dalam sejumlah tema, meliputi tema sosial, ekonomi, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan. "Uji publik ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, hingga tokoh masyarakat," kata Yasin di sela uji publik materi debat Pilkada 2024. "Pada uji publik ini, permasalahan yang telah disusun akademisi agar ada tanggapan, kritik, maupun saran dari masyarakat," tambah Yasin. Menurut Yasin, lewat uji publik ini, KPU bisa menyusun soal debat secara lebih mendalam. “Nanti akan kami sempurnakan lagi bersama panelis dan tim perumus materi debat," katanya. Yasin mengatakan panelis dan tim perumus melibatkan pakar yang ahli di bidangnya, termasuk unsur pemerintahan dan organisasi masyarakat. Debat pasangan calob Walikota dan Wakil Walikota Kota Yogyakarta rencananya akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, masing-masing pada tanggal 8, 16, dan 22 November 2024. "Debatnya masing-masing terdiri dari calon wakil walikota dan calon walikota secara berpasangan calon," kata Yasin. Debat Pilkada 2024 Kota Yogyakarta rencananya disiarkan langsung melalui stasiun televisi dengan durasi masing-masing debat akan berlangsung selama 120 menit. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kota Yogyakarta Erizal menambahkan melalui debat, pasangan calon akan mempertajam visi misinya. Penyampaian tersebut akan membantu masyarakat dalam menentukan pilihan. "Visi misi yang mereka sampaikan akan menjadi penentu arah pembangunan di Kota Yogyakarta jika nanti terpilih," katanya.