Berita Terkini

Rapat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilkada Kota Yogyakarta 2024 Berjalan Kondusif dan Transparan

Yogyakarta– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta sukses menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024, Minggu (1/12/2024). Acara yang berlangsung di Hotel The Malioboro Kota Yogyakarta ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Pimpinan KPU DIY, Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Liaison Officer (LO) Pasangan Calon, perwakilan instansi pemerintah, jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), serta tim pemantau dari Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI). Rapat dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan pembukaan resmi oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro. “Pelaksanaan rekapitulasi ini didasari oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2020, PKPU Nomor 2 Tahun 2024, PKPU Nomor 18 Tahun 2024, serta Keputusan KPU Nomor 1797 Tahun 2024,” ungkap Noor Harsya. Ia juga memastikan bahwa Rapat Pleno ini terbuka untuk umum, guna menjamin transparansi dan akuntabilitas. Setelah pembukaan, Kadiv Hukum dan Pengawasan KPU Kota Yogyakarta, Ibu Ratna Mustika Sari, membacakan surat imbauan terkait pelaksanaan rekapitulasi. Surat tersebut menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kepatuhan terhadap aturan. Selanjutnya, Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Yogyakarta, Bapak Agus M. Yasin, menyampaikan tata tertib rapat, disusul oleh penjelasan tata cara pelaksanaan rapat pleno oleh Kadiv Perencanaan Data dan Informasi, Bapak Zuhad Najamuddin. Inti dari rapat pleno adalah proses rekapitulasi hasil pemungutan suara, yang dipimpin oleh Kadiv Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Bapak Erizal. Setiap hasil penghitungan suara dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta dibacakan, diverifikasi, dan disahkan dengan cermat. Seluruh peserta rapat, termasuk LO Pasangan Calon, Tim Pemantau, dan perwakilan Bawaslu, turut mengawasi jalannya proses ini. Momen ini menjadi penegasan komitmen KPU Kota Yogyakarta untuk menjunjung tinggi prinsip demokrasi yang transparan dan adil. Setelah seluruh hasil rekapitulasi disahkan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh seluruh pihak terkait. Penandatanganan ini menjadi simbol pengesahan hasil rekapitulasi yang final dan sah. Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari Ketua KPU Kota Yogyakarta kepada semua pihak yang berperan dalam menyukseskan Pilkada 2024. Rapat pleno ini menjadi penegasan bahwa Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024 telah berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, mulai dari pemungutan suara hingga rekapitulasi akhir. Transparansi dan keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan proses ini. KPU Kota Yogyakarta berharap hasil pemilu kali ini dapat membawa perubahan positif bagi masa depan Yogyakarta, sejalan dengan aspirasi masyarakat yang telah disuarakan melalui hak pilih mereka. Dengan suasana yang kondusif dan proses yang akuntabel, Pilkada 2024 di Kota Yogyakarta menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang berkualitas. (humas&foto:salsa)  

Suasana TPS Kota Yogyakarta di Pilkada 2024: Kondusif, Tertib, dan Demokratis

Yogyakarta - Pada Rabu, 27 November 2024, suasana TPS di berbagai wilayah Kota Yogyakarta menggambarkan semangat partisipasi demokrasi yang tinggi dari masyarakat dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta. Rangkaian kegiatan pemantauan langsung dilakukan oleh Forkopimda Yogyakarta, melibatkan sejumlah tokoh penting seperti Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Kepala Biro Tapem KBH Gusti Yudho, Pj Walikota Yogyakarta Sugeng Purwanto, Dir Lantas Kombespol Alfian Nurrizal, Ketua KPU Kota Yogyakarta Harsya, Ketua Bawaslu DIY Drs. M Najib, serta perwakilan masyarakat setempat. Rombongan ini memulai pemantauan di TPS 06 Panembahan (Ndalem Tjokronegaran, Kraton Yogyakarta), yang menjadi titik awal perjalanan. Pj Walikota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, menyatakan apresiasi atas suasana yang kondusif di lokasi ini. “Semoga TPS lain sama dengan kondisi di sini. Lancar, aman, tertib, dan semua masyarakat bisa menyalurkan aspirasi,” ujar Sugeng. Ia juga menegaskan pentingnya masyarakat menggunakan hak pilihnya tanpa tekanan, sehingga proses demokrasi berjalan sesuai harapan. Selain TPS 06 Panembahan, rombongan juga mengunjungi TPS 18 Rejowinangun di Kemantren Kotagede. TPS ini memiliki jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 401 orang, terdiri dari 194 laki-laki, 207 perempuan, dan dua pemilih disabilitas. GKR Hemas, yang turut hadir, memuji keunikan lokasi TPS yang dikelilingi tanaman hijau dan menampilkan nuansa khas Jogja. Ketua PPK setempat, Marwan Indra Praja, melaporkan bahwa pelaksanaan pemilihan berjalan sesuai aturan dengan antusiasme warga yang luar biasa. “Kami memastikan persiapan telah berjalan sesuai ketentuan. Lingkungan TPS di sini memang sangat asri, mencerminkan keunikan budaya Jogja, dan antusiasme warga juga patut diapresiasi,” ungkap GKR Hemas saat diwawancarai. Seluruh kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan integritas proses pemilihan di seluruh TPS Kota Yogyakarta. Hingga akhir kegiatan, tidak ada laporan kendala berarti, baik dari segi teknis maupun keamanan. Pj Walikota Sugeng Purwanto menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas demokrasi di Yogyakarta. “Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir ke TPS dan memastikan hak pilihnya tersalurkan. Siapa pun pilihannya, mari kita hormati sebagai cerminan aspirasi masyarakat,” tegas Sugeng. Melalui pemantauan ini, Pemkot Yogyakarta menunjukkan keseriusan dalam mengawal pesta demokrasi lokal yang jujur dan adil. Pilkada 2024 di Yogyakarta diharapkan dapat menjadi momentum untuk melahirkan pemimpin daerah yang mampu membawa perubahan positif bagi masa depan kota. Partisipasi masyarakat yang tinggi menjadi bukti nyata komitmen warga terhadap keberlangsungan demokrasi di Yogyakarta.  (salsa)  

Pilkada 2024: Sri Sultan HB X dan Sri Paduka Pakualam X Berikan Hak Pilih, Serukan Partisipasi dan Kedamaian

Yogyakarta–Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Pakualam X, menunjukkan teladan demokrasi dengan hadir di TPS masing-masing untuk memberikan hak pilih dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024 pada Rabu(27/11/2024). Kehadiran kedua pemimpin ini bersama keluarga besar Kraton dan Puro Pakualaman menjadi simbol penting dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang aman, tertib, dan inklusif. Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan suaranya di TPS 6 Ndalem Tjokronegaran, Panembahan, Kraton, didampingi oleh permaisuri, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, serta putri-putri beliau, GKR Condrokirono dan GKR Maduretno, bersama keluarga masing-masing. Di sisi lain, Sri Paduka Pakualam X menggunakan hak pilihnya di TPS 10 Purwokinanti, ditemani permaisuri, G.K.B.R.A.A. Paku Alam, dan putra pertama beliau, BPH Kusumo Bimantoro, bersama istri.   Pesan Demokrasi dari Sri Sultan HB X dan Sri Paduka Pakualam X Usai memberikan hak pilihnya, Sri Sultan HB X menyampaikan harapan besarnya untuk Pilkada yang berjalan lancar hingga akhir. "Saya sudah menggunakan hak pilih saya, tapi saya tidak bisa mengatakan nyoblos nomor berapa. Semoga saja ini bisa berjalan lancar hingga siang. Harapan saya, masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya secara baik, sehingga tetap aman, nyaman, dan sukses," ujar Sri Sultan. Sri Sultan juga menekankan pentingnya memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa aspirasi masyarakat. "Saya berharap pilihan itu betul-betul bisa membawa aspirasi masyarakat," tutup beliau. Sementara itu, Sri Paduka Pakualam X memberikan pesan khusus kepada para petugas KPPS. "Sukses ya untuk semua. Semangat loh, dan jaga kesehatan juga," ujar beliau dengan penuh kehangatan. Kondisi Kondusif di TPS: Pantauan Langsung Pj Walikota Yogyakarta Penjabat Walikota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, turut memantau langsung pelaksanaan pemungutan suara di TPS 6 Panembahan, Kraton, salah satu titik yang dikunjungi. Ia memastikan suasana di TPS tersebut berjalan sangat kondusif, aman, dan nyaman. Sugeng juga berkomitmen untuk berkeliling ke beberapa TPS lainnya demi memastikan Pilkada berlangsung tertib dan bebas dari kendala. "Semoga TPS lain sama dengan kondisi di sini. Lancar, aman, tertib, dan semua masyarakat bisa menyalurkan aspirasi," ujar Sugeng. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memberikan suara sebagai bentuk kontribusi nyata untuk menentukan masa depan Yogyakarta. "Yang pasti, masyarakat harus benar-benar memberikan aspirasinya. Siapa pun pilihannya, monggo, itu adalah hak mereka. Kita harapkan semuanya berjalan lancar hingga perhitungan nanti," tambahnya. Kehadiran Sri Sultan HB X dan Sri Paduka Pakualam X di TPS, lengkap dengan pesan-pesan positif mereka, menjadi inspirasi bagi seluruh warga Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam Pilkada 2024. Dengan suasana yang kondusif di berbagai TPS, pemilihan kali ini diharapkan dapat mencerminkan semangat demokrasi yang inklusif, aman, dan penuh harapan. Sebagai simbol dari nilai-nilai demokrasi yang dijunjung tinggi di Yogyakarta, pelaksanaan Pilkada kali ini diharapkan menghasilkan pemimpin yang benar-benar membawa perubahan positif bagi masyarakat. Jogja Tumandang! (salsa/foto:humas DIY)  

KPU Kota Yogyakarta Resmi Luncurkan Distribusi Logistik Pilwalkot 2024: Langkah Awal Suksesnya Pesta Demokrasi

Yogyakarta– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta menandai babak penting dalam tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024 dengan menggelar acara Peluncuran Distribusi Logistik Pemilihan. Kegiatan yang berlangsung Selasa (26/11/2024) di Gudang KPU Kota Yogyakarta ini menjadi simbol kesiapan penuh penyelenggara untuk memastikan kelancaran pemungutan suara yang akan digelar pada 27 November 2024. Diresmikan oleh Penjabat Walikota Yogyakarta, Ir. Sugeng Purwanto, M.MA., bersama Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, dan Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, acara ini turut dihadiri pimpinan dari berbagai lembaga strategis, termasuk Polresta Kota Yogyakarta, Kodim 0734 Yogyakarta, Satpol PP Kota Yogyakarta, serta instansi terkait lainnya. Komitmen Bersama untuk Demokrasi yang Aman dan Lancar Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, mengungkapkan harapannya agar proses distribusi logistik berjalan aman dan lancar. "Distribusi logistik adalah tulang punggung dari seluruh proses pemilu. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta beserta jajaran yang telah memberikan dukungan penuh dalam setiap tahapan Pilwalkot," ujar Noor Harsya. Sementara itu, Penjabat Walikota Yogyakarta, Ir. Sugeng Purwanto, M.MA., menegaskan pentingnya distribusi logistik sebagai salah satu tahapan krusial dalam Pilwalkot 2024. Beliau menjelaskan bahwa sebanyak 651 TPS yang tersebar di 45 kelurahan Kota Yogyakarta akan menerima kotak suara beserta kelengkapannya dalam waktu dekat. "Saya mengimbau kepada para petugas KPPS untuk memastikan fasilitas TPS aman dari cuaca buruk dan memberikan kenyamanan bagi para pemilih. Hal ini penting untuk menjaga antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya," tegas Sugeng Purwanto. Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, menambahkan bahwa peluncuran ini menandai kesiapan 100% KPU Kota Yogyakarta dalam melaksanakan pemungutan suara. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta memeriahkan pesta demokrasi ini. "Distribusi logistik ini adalah bukti komitmen kita bersama. Mari datang ke TPS dan gunakan hak pilih sebagai bentuk kontribusi nyata untuk masa depan Kota Yogyakarta," seru Ahmad Shidqi. Seremoni Simbolis Peluncuran Acara puncak ditandai dengan seremoni pemotongan rantai melati dan pecah kendi, sebagai simbol pelepasan logistik menuju TPS-TPS di seluruh Kota Yogyakarta. Dengan pekikan "Jogja Tumandang!", suasana penuh semangat menyelimuti lokasi acara, mencerminkan antusiasme penyelenggara, pemerintah, dan masyarakat untuk mensukseskan Pilwalkot 2024. Kesiapan Maksimal dan Harapan Besar Kegiatan ini menjadi langkah awal yang menentukan dalam memastikan seluruh logistik tiba di lokasi dengan tepat waktu dan dalam kondisi baik. Tidak hanya itu, peluncuran ini juga menegaskan komitmen KPU dan pemerintah daerah dalam menjaga integritas dan transparansi pemilu. Dengan dukungan semua pihak, Pilwalkot Yogyakarta 2024 diharapkan menjadi momen yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga kota. Dengan seruan "Jogja Tumandang”, Mari sukseskan Pilkada 2024 demi masa depan Yogyakarta yang lebih baik, seluruh elemen masyarakat diimbau untuk berpartisipasi aktif, menjadikan hari pemungutan suara sebagai perayaan demokrasi yang penuh makna. Jogja Tumandang! (humas&foto:Salsa)  

Penyerahan C.Pemberitahuan Pilwali 2024 kepada Sri Sultan HB X: Sinergitas Demokrasi

Yogyakarta– Dalam rangkaian persiapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta menggelar acara simbolis Penyerahan C.Pemberitahuan kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, pada Senin (25/11/2024) yang bertempat di kediaman Sultan, Kraton Kilen, Kemantren Kraton, Yogyakarta, acara ini berlangsung dalam suasana khidmat. Acara ini dihadiri oleh jajaran penting dari KPU DIY dan KPU Kota Yogyakarta, termasuk Ketua KPU DIY, Ketua KPU Kota Yogyakarta, dan Sekretaris KPU Kota Yogyakarta. Dari pihak lokal, hadir pula Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, perwakilan PPK Kraton, PPS Panembahan, dan KPPS TPS 6 Panembahan, serta unsur Forkompimtren Kemantren Kraton. Sementara itu, Sri Sultan HB X menyambut rombongan KPU didampingi oleh para putri dan anggota keluarga besar Kraton Yogyakarta. Kehadiran tokoh-tokoh ini menegaskan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu dan lembaga adat dalam mendukung keberhasilan pesta demokrasi. Sultan sekeluarga besok akan menggunakan hak pilihnya di TPS 6 Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Jogja. Sultan pun mengimbau masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya dan jangan golput. Sementara itu, Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi bersama Ketua KPU Kota Yogyakarta Noor Harsya Aryosamodro menjelaskan dalam kesempatan ini KPPS menyampaikan beberapa undangan untuk keluarga Sultan, mulai dari istri, anak, hingga cucunya. Penyerahan ini tidak hanya bersifat administratif tetapi juga menjadi lambang penghormatan kepada Sri Sultan HB X sebagai pemimpin adat sekaligus Gubernur DIY. Dalam sambutannya, Sri Sultan HB X menyampaikan apresiasi kepada KPU atas komitmen dalam menjalankan tugasnya dengan profesionalisme. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan kebersamaan selama proses pemilu berlangsung. Selanjutnya, Ketua KPU DIY memberikan laporan mengenai perkembangan tahapan pilkada di seluruh wilayah DIY. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa persiapan teknis hingga logistik telah berjalan sesuai rencana. "Kami telah memastikan bahwa tahapan demi tahapan berjalan lancar, dengan dukungan semua pihak. Kami optimis, Pilkada di DIY akan berlangsung aman, transparan, dan akuntabel," tegas Ketua KPU DIY. (humas&foto:salsa)

Debat Publik Ketiga Pilwalkot Yogyakarta 2024: Menyoroti Tata Kelola Pemerintahan Anti-Korupsi, Responsif, dan Transformatif

Yogyakarta– Debat publik ketiga sekaligus terakhir bagi Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta Tahun 2024 berlangsung meriah di Hotel Tara Kota Yogyakarta, Jum’at (22/11/2024). Acara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta ini menjadi puncak dari rangkaian debat publik dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Debat kali ini mengusung tema strategis, yakni "Tata Kelola Pemerintahan yang Anti-korupsi, Responsif, dan Transformatif", yang diharapkan dapat memberikan pandangan kepada masyarakat terkait program dan visi-misi para calon dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Debat dimulai pukul 19.00 WIB dan menghadirkan suasana penuh semangat, melibatkan peserta dari berbagai elemen, seperti Komisioner KPU DIY, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, panelis ahli, NGO, komunitas difabel, serta instansi pemerintahan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Bakesbangpol, Polresta Kota Yogyakarta, dan Kodim 0734 Kota Yogyakarta. Tak ketinggalan, Paslon bersama tim pemenangan dan pendukung masing-masing juga turut hadir, dengan alokasi 30 pendukung per pasangan calon. Pukul 19.00 WIB, acara resmi dimulai dengan pembukaan oleh Reina Arum, selaku host. Setelah pembukaan, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, memberikan sambutan yang menekankan pentingnya debat publik sebagai sarana pendidikan politik bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamodro, menyampaikan pentingnya debat sebagai bentuk pendidikan politik kepada masyarakat. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban jelang pemungutan suara yang tinggal hitungan hari. "Debat ini adalah upaya kami memberikan pendidikan politik kepada seluruh masyarakat Kota Yogyakarta, baik yang sudah memiliki hak pilih maupun yang belum. Kami berharap tema debat ini memberikan pencerahan kepada para pemilih untuk lebih mengenal Paslon 1, 2, dan 3, sehingga dapat menentukan pilihan dengan bijak," ujar Noor Harsya. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pasangan calon untuk bersama-sama menjaga ketertiban hingga proses pemungutan suara selesai. Debat dipandu oleh dua moderator, Bayu Hariesta dan Andhita Rizkiya, yang memimpin jalannya acara dengan profesional dan interaktif. Tahapan debat dimulai dengan pembacaan tata tertib untuk memastikan diskusi berlangsung kondusif. Panelis menyerahkan naskah pertanyaan kepada KPU, yang kemudian disimpan hingga sesi pertanyaan dimulai. Sebagai pembuka, masing-masing pasangan calon memaparkan visi-misi mereka secara singkat. Selanjutnya, salah satu calon dari tiap pasangan mengambil nomor soal dari fishball. Moderator membacakan pertanyaan dari panelis berdasarkan nomor yang dipilih. Setiap pasangan calon diberikan waktu untuk menjawab dengan argumen dan strategi masing-masing. Sesi tanya jawab antar paslon menjadi salah satu bagian paling dinamis, di mana pasangan calon saling bertanya dan memberikan tanggapan. Interaksi ini tidak hanya menonjolkan kemampuan retorika para calon tetapi juga menggali lebih dalam strategi yang mereka tawarkan. Diskusi berlangsung hangat, dengan tetap mematuhi aturan yang ditetapkan. Untuk mengakhiri acara, masing-masing pasangan calon diberikan waktu untuk menyampaikan pernyataan akhir. Dalam closing statement ini, para calon berusaha memberikan kesan mendalam kepada masyarakat dengan menyoroti komitmen mereka untuk membangun Kota Yogyakarta yang bersih, tanggap, dan inovatif. Debat ditutup oleh host dan moderator pada pukul 21.30 WIB dengan sesi foto bersama. Para pasangan calon, pendukung, dan tamu undangan meninggalkan lokasi dengan tertib. Debat publik ini berhasil memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat terkait kualitas, kapabilitas, dan visi-misi masing-masing pasangan calon. Tema tata kelola pemerintahan yang diusung juga relevan dengan kebutuhan Kota Yogyakarta untuk memiliki pemimpin yang amanah dan berorientasi pada pelayanan publik. KPU Kota Yogyakarta berharap, dengan adanya debat ini, masyarakat dapat semakin mengenali calon pemimpinnya dan membuat keputusan yang cerdas pada hari pemungutan suara mendatang. (humas&foto: salsa)

🔊 Putar Suara