Berita Terkini

Rapat Koordinasi KPU Yogyakarta: Persiapan Matang untuk Pemilu 2024

Yogyakarta - Dalam suasana penuh semangat, KPU Kota Yogyakarta  menggelar  Rapat  Koordinasi  Penyusunan Peta  Sosialisasi sebagai langkah  awal  persiapan  menyelenggarakan Pemilihan   Umum Tahun 2024 Kamis (23/11/2023).  Acara yang berlangsung di Hotel New Saphir Yogyakarta ini dihadiri  oleh Badan Adhoc Penyelenggara Pemilu (PPK dan PPS) serta sejumlah stakeholder.   Erizal, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Yogyakarta, dalam sambutan pembuka mengingatkan semua peserta  rapat  untuk  fokus  pada tahapan pemilu  yang tinggal 80 hari lagi. Dalam sambutannya, Erizal menyoroti perbedaan momentum antara Pemilu 2019 dan 2024, serta mengajak kepada seluruh peserta untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya adaptasi terhadap perubahan kondisi politik dan sosial. "Unsur-unsur yang terjadi 9 bulan lalu, jika bisa dilupakan yang jelek-jelek dilupakan.   Kita  tinggal  80 hari lagi,  membutuhkan  berikhtiar,  kecermatan,  ketelitian serta semangat menyongsong momentum 2024," ujar Erizal. Beliau juga menekankan tiga hal utama yang harus dikerjakan oleh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) pengelolaan dan pelayanan pemilih, edukasi, serta tanggung jawab dalam menjalankan agenda kepemiluan. Pada bagian lain Zuhad Najamudin, Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Kota Yogyakarta, menyampaikan, lebih fokus pada pengawalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan  pemilih  yang  berpindah. Ia menyoroti urgensi kerjasama dengan PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK untuk mensinkronkan  komunikasi dan melaksanakan sosialisasi di berbagai lapisan masyarakat.  "Ada 11.000 pemilih yang perlu diedukasi, dan sekarang baru sekitar 200an. Perlu sosialisasi di kampus - kampus, asrama mahasiswa, pondok pesantren. Nanti ada forum sendiri untuk merumuskan yang akan kita tempuh untuk mengejar 11.000an pemilih," jelas Zuhad. Ratna Mustika Sari, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, menyampaikan bahwa peran divisi hukum dan pengawasan  sebagai  "selimut hangat" untuk tahapan pemilu. Beliau menekankan kesiapan divisi hukum dan pengawasan dalam menyediakan data, formulir, dan bukti apabila terjadi sengketa pemilu di kemudian hari. "Divisi hukum dan pengawasan istilahnya selimut hangat untuk tahapan di pemilu. Saya berharap teman-teman di divisi hukum dan pengawasan siap-siap menyiapkan banyak data, formulir, dan bukti apabila di kemudian hari ada sengketa pemilu," tegas Ratna Mustika Sari. Agus Muhamad Yasin, Ketua Divisi Sosialisasi  Pendidikan  Pemilih  Partisipasi  Masyarakat  dan  SDM,  memberikan perspektif tentang fokus divisi sosialisasi yang menekankan pentingnya evaluasi data selama 9 bulan terakhir, perlunya rekonsiliasi dan perencanaan 2.5 bulan mendatang. "Divisi sosialisasi akan berupaya semaksimal mungkin dalam mensosialisikan seluruh tahapan pemilu yang sedang berjalan dan kita akan memaksimalkan waktu yang tersedia . Ia juga menyinggung tentang keterlibatan pemilih milenial, yang mencapai 40% di Kota Yogyakarta. Harus ada upaya aktif baik media sosial serta pertemuan dengan para milenial untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman pemilih milenial terkait proses pemilu. Rapat ini diharapkan menjadi tonggak awal yang kuat dalam  menyatukan  langkah  dan  mempersiapkan  segala  aspek yang  diperlukan  untuk  suksesnya Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kota Yogyakarta. Seluruh peserta didorong untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, menjaga netralitas, dan mengedepankan semangat pelayanan kepada masyarakat. Perjalanan menuju pemilu yang berkualitas dan transparan telah resmi dimulai.(jae)    

KPU Kota Yogyakarta Gelar Rakor Pasca Penetapan DCT Guna Tekan Potensi Kerawanan Pemilu Tahun 2024

Yogyakarta -  Guna menekan potensi kerawanan Pemilu di kota Yogyakarta terutama menjelang masa kampanye pemilu 28 November 2023-10 Februari 2023, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pasca Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Kota Yogyakarta yang dihadiri seluruh peserta Pemilu 2024 di tingkat kota Yogyakarta, Bawaslu kota Yogyakarta, PN kota Yogyakarta, Kesbangpol kota Yogyakarta dan Polresta kota Yogyakarta,  bertempat di Hotel Alana Malioboro, Minggu  (19/11).  Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamudro mengatakan, menjelang tahapan kampanye yang akan berlangsung   selama 75 hari kedepan, berbagai peta jalan disiapkan, hingga potensi kerawanan ketika masa tersebut. Sehingga diharapkan, melalui rakor yang diikuti seluruh peserta pemilu, dalam hal ini partai politik dapat terbangun presepsi dan tahapan persiapan kampanye di kota Yogyakarta yang berjalan sesuai sistematis yang ada, dengan regulasi yang telah ditentukan. Harsya menjelaskan, peta kerawanan sudah dimiliki jajaran kepolisian, sehingga KPU sebagai penyelenggara Pemilu hanya sebatas mengetahui dan berusaha agar peserta Pemilu dengan mesin partai politiknya bisa menggunakan hak kampanyenya semaksimal mungkin, dengan riang dan gembira. Dalam kesempatan tersebut, ditambahkan Harsya, juga menjadi momentum untuk mengawali sosialisasi terkait peraturan pemasangan Alat Peraga Kampanye di kota Yogyakarta, yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 75 tahun 2023. Sementara itu, Anggota KPU Divisi teknis Penyelenggara, Erizal menyampaikan, sosialisasi yang dilakukan terutama terkait titik-titik larangan pemasangan APK. Termasuk kebutuhan administrasi yang diperlukan partai politik terkait dana kampanye. "kalau kampanye nanti yang dibutuhkan mereka seperti dimana saja, yang dilarang akan kami informasikan. Kemudian dana kampanye, apa saja yang dibutuhkan, rekening sudah dibentuk belum, seperti itu," kata Erizal. Erizal menambahkan,  “Disela-sela kampanye kan ada kewajiban melaporkan dana kampanye, sehingga itu bentuk fasilitasi KPU kepada peserta Pemilu,"  sehingga dalam rakor tersebut juga  dikenalkan Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye (Sikadeka). Sehingga ketika akan mulai kampanye hingga proses akan berakhir kampanye nanti akan masuk dalam sistem informasi yang bisa diakses oleh masyarakat umum di infopemilu.kpu.go.id.  (bukan art)  

Sosialisasi Tahapan Pemilu Tahun 2024 Dalam Acara Ngobrol Manggon : "Melek Politik Untuk Pemilu Yang Bermakna"

Membangun partisipasi masyarakat, mencegah potensi konflik serta menjamin pelaksanaan pemilu yang damai, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Agus Muhammad Yasin, S.Sos., M.H. , melakukan sosialisasi pemilu kepada umat gereja kumetiran, di Ruang Paroki Atas, Gereja Kumetiran, Gedongtengen, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh umat gereja kumetiran dari  15 lingkungan umat. Dalam kegiatan ini, Agus Muhammad Yasin menyampaikan peran-peran yang dapat diwujudkan oleh masyarakat dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang akan datang,  dampak positif dari partisipasi aktif dalam proses demokrasi,  disampaikan juga informasi umum kepemiluan seperti tanggal dilaksanakannya pemilu tahun 2024, jenis surat suara yang akan menjadi hak masyarakat untuk dipilih, peta daerah pemilihan, rekap daftar pemilih tetap (DPT) dan rekap daftar calon tetap (DCT) serta rekap keterwakilan Perempuan dalam DCT. “Dalam hal ini, kita bisa lihat posisioning mana yang akan kita pilih untuk pesta demokrasi tanggal 14 februari tahun 2024. Masing-masing  berperan sebagai pemilih, tapi kita juga bisa menjadi pemantau, pengawas, penyelenggara dan peserta. Disisi lain juga ada yang memilih untuk menjadi penonton. Tapi harapannya jangan sampai golput, tutur Agus. Dalam  kegiatan ini juga hadir Dr. Ari Sujito, S.Sos., M.Si, beliau menyampaikan  cara masyarakat menyikapi Pemilu tahun 2024 secara umum dengan pendekatan ilmu sosiologi. Kegiatan berlangsung dengan baik para peserta berperan aktif dan diskusi, menyampaikan pendapat dan opini-opininya terkait kepemiluan. (Sals)

KPU Kota Yogyakarta lakukan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula Tahun 2024 di SMA Negeri 9 Yogyakarta

Selasa (14/11), KPU Kota Yogyakarta lakukan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula Tahun 2024 di SMA Negeri 9 Yogyakarta. Zuhad Najamuddin, Anggota KPU Kota Yogyakarta mengikuti talkshow pemilih pemula selaku Narasumber Kepemiluan. Beliau menyampaikan terkait peranan pelajar dalam berpartisipasi serta mengajak siswa siswi untuk hadir di TPS pada saat pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang. Kegiatan talkshow ini dihadiri oleh seluruh siswa siswi SMA Negeri 9 Yogyakarta serta didampingi oleh para  guru. Dalam talkshow ini Zuhad Najamuddin menjelaskan juga, ada 18 Partai Politik Peserta Pemilu yang ikut berkontestasi dalam Pemilu Tahun 2024. Selain itu, ada 5 surat suara yang akan menjadi hak pilih siswa siswi selaku pemilih pemula bagi yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilu tahun 2024 tambahnya. Dalam talkshow ini, Zuhad menegaskan bahwa siswa siswi pelajar harus lebih bijak dalam mengelola informasi kepemiluan serta memilih dengan bijak. “Selain memperhatikan track recordjejak digital calon, yang harus pelajar ketahui juga visi dan misidari calon. Apakah visi misi tersebut selaras dengan tujuan negara dan apakah visi misi itu dapat membuat pemuda-pemuda disini bisa terfasilitasi dalam pengembangan diri masing-masing pemuda itu sendiri” ujarnya dalam menjawab pertanyaan dari salah satu siswa SMA Negeri 9 Yogyakarta. Tak hanya Anggota KPU Kota Yogyakarta, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gondokusuman juga ikut mendampingi Anggota KPU Kota Yogyakarta dalam talkshow pemilih pemula ini. Setya Edi, Ketua PPK Gondokusuman, menyampaikan “Sebagai Pemilih Pemula yang cerdas, harapan kita pemilu ini akan berjalan sesuai dengan asasnya yaitu luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). Selain itu marilah kita berpolitik secara santun dimanapun kita berada”. (Sals)

KPU Kota Yogyakarta Selenggarakan Sosialisasi Tahapan Pemilu

Yogyakarta -  KPU Kota Yogyakarta menyelenggarakan  Sosialisasi Tahapan Pemilu Tahun 2024   pada hari Senin, 13 November 2023, siang di The Alana Malioboro Yogyakarta, Jl Mayjend Sutoyo, Matrijeron, Yogyakarta.  Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Satpol PP, dan Tapem. Acara dimulai dengan semangat kebangsaan, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan Jingle Pemilu tahun 2024. Pembukaan acara disampaikan oleh Plh Ketua KPU Yogyakarta  Erizal. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada OPD yang selalu mendukung KPU, termasuk Satpol PP dan Tapem yang konsisten dalam mendampingi KPU Kota Yogyakarta Sambutan berlanjut dengan arahan dari Sri Surani, Anggota KPU DIY. Dalam sambutannya, Sri Surani mengingatkan pentingnya semangat dan keterlibatan aktif dalam pemilu yang tinggal 94 hari lagi. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu demi suksesnya pemilu di wilayah masing-masing. Ibu Sri Surani juga berharap agar kekompakan dan sosialisasi di PPS (Panitia Pemungutan Suara) dapat ditingkatkan. Mengikuti sambutan, Erizal, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Yogyakarta, memberikan pengantar mengenai tahapan pemilu tahun 2024. Beliau menekankan tiga komponen penting dalam pemilu, yaitu penyelenggara, pemilih, dan peserta pemilu. Dalam hal penyelenggaraan,  Erizal memberikan tips tentang cara meningkatkan kapasitas kepemiluan, melibatkan modal interaksi sosial, menguasai teknis kepemiluan, dan memberitahu/mengajak orang agar paham. Bapak Erizal juga menyoroti peran penyelenggara di TPS, termasuk cara melayani pemilih, administrasi yang diperlukan, serta teknis penghitungan. Di sisi lain, Kadiv Parmas dan SDM KPU Kota Yogyakarta, Agus Muhammad Yasin menjelaskan perlunya formulasi ulang strategi dalam proses sosialisasi yang masif dan intensif, sementara Zuhad Najjamudin, Kadiv Perencanaan, Data, dan Informasi, menyampaikan kekhawatirannya terkait pendaftaran yang terjadi di akhir Sementara itu,  Srimulyani, Sekretaris KPU Kota Yogyakarta, mengajak PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) untuk mendampingi tenaga pendukung atau sekretarisnya agar segera menyelesaikan unggah di SITAP (Sistem Informasi Pertanggungjawaban Anggaran Badan Adhock) Acara ditutup dengan semangat tinggi, meneguhkan komitmen untuk menjalani tahapan pemilu dengan baik. Para peserta diberikan pemahaman yang mendalam mengenai tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi pemilu tahun 2024. Semoga acara ini menjadi langkah awal yang positif dalam mencapai pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Rapat Pleno Rekapitulasi DPTb November 2024.

Yogyakarta - , KPU Kota Yogyakarta melaksanakan Rapat Pleno Rekapitulasi DPTb Bulan November 2023 tingkat Kota Yogyakarta. Rapat Pleno dibuka oleh Ketua KPU Kota Yogyakarta, Noor Harsya Aryosamudro dan dihadiri oleh seluruh Anggota, Sekretaris, Kepala Sub Bagian, serta staf Sub Bag Perencanaan Data dan Informasi. Pleno Rekapitulasi DPTb bulan November 2023, menetapkan pemilih masuk ke Kota Yogyakarta sejumlah 145 pemilih pada 14 Kecamatan dan tersebar di 35 kelurahan dengan rincian laki laki 70 pemilih dan perempuan 75 pemilih, sedangkan untuk Kategori pemilih keluar sejumlah 194 pemilih pada 14 Kecamatan dan tersebar di 43 Kelurahan dengan rincian laki laki 98 pemilih dan perempuan 96 pemilih. Rapat Pleno DPTb dihadiri oleh KPU DIY. Pastikan nama anda terdaftar di DPT, dengan mengecek melalui www.cekdptonline.kpu.go.id. Sesuai dengan surat edaran 695/PL.01-SD/14/2023, KPU Kota Yogyakarta masih dapat melayani pindah memilih dengan 9 persyaratan (cek barcode), sedangkan untuk H-7 hanya dapat melayani 4 persyaratan yaitu :Pemilih Sakit Pemilih yang tertimpa bencana Pemilih yang menjadi tahanan Pemilih yang menjalankan tugas saat pemungutan suara. Rapat ditutup dengan penandatanganan BA 431/PL.01.2-BA/3471/3/2023 Tentang Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (TPTb) Bulan November Tingkat Kota Yogyakarta, oleh Ketua dan Anggota KPU. (M.S.P)