Berita Terkini

KPU Kota Yogyakarta Gelar FGD dan Perumusan Materi Debat Pemilihan Walikota 2024

Yogyakarta  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta gelar Focus Group Discussion (FGD) dan perumusan materi debat calon Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta tahun 2024 selama 2 hari pada Kamis s.d Jum’at (17-18/10/2024) di Hotel Artotel Yogyakarta. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintahan, tokoh masyarakat, dan akademisi, untuk memastikan materi debat mencakup isu-isu krusial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Yogyakarta.

Acara dibuka pada pukul 09.00 WIB dengan sambutan dari Erizal, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya, Erizal menekankan pentingnya partisipasi seluruh peserta dalam proses perumusan materi debat, mengingat kampanye adalah salah satu tahapan penting dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. "Kita semua memiliki peran penting dalam menentukan arah debat, yang nantinya akan menjadi bagian dari fasilitasi kampanye. Debat ini akan menjadi kesempatan bagi calon untuk memperlihatkan visi dan misi mereka dalam memajukan Kota Yogyakarta, maka dari itu, mohon bantuan bapak/ibu instansi terkait untuk menyampaikan rekomendasi/aspirasinya," ujar Erizal.

Dalam penjelasannya, Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Agus M. Yasin, juga sosialisasikan daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Yogyakarta berjumlah 320.594 orang, dengan prosedur DPTb yang dapat diakses melalui kanal media sosial KPU. Selain itu, ia menjelaskan bahwa debat publik akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, dengan tema umum yang telah disiapkan untuk setiap sesi.

Penjelasan teknis pembagian kelas dalam forum FGD ini kemudian dijelaskan oleh Erizal yang mana setiap kelas akan dipandu oleh pemantik, dengan diskusi yang berjalan secara berurutan. Para peserta juga diizinkan untuk memberikan masukan jika diperlukan.

Beberapa isu krusial yang diangkat dalam diskusi perumusan materi debat antara lain inklusivitas, hunian & harga sewa rumah, ekonomi kelas menengah, isu kesehatan, pengembangan ruang cagar budaya, masalah sosial seperti banyaknya pengangguran, mudahnya akses peredaran minuman keras (miras), tak lupa pengelolaan sampah serta hal-hal lain yang sesuai dengan rencana pembangunan daerah Kota Yogyakarta.

Kegiatan FGD ditutup oleh Erizal dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat masih dibuka melalui mekanisme yang telah diatur untuk memberikan masukan tambahan terkait materi debat. Dengan adanya kegiatan ini, KPU Kota Yogyakarta tandai langkah penting menuju pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta 2024 yang lebih inklusif dan responsif terhadap permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. (foto & humas: salsa)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 992 kali