Berita Terkini

Cetak Agen Perubahan Inklusif, 30 Anak Muda Resmi Dikukuhkan Jadi Duta Demokrasi Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA – Estafet kepemimpinan demokrasi di Kota Yogyakarta masuki babak baru dengan hadirnya para penggerak muda yang inklusif. Bertempat di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta pada Jumat (13/2/2026), sebanyak 30 anak muda terpilih resmi dikukuhkan sebagai Duta Demokrasi Kota Yogyakarta. Pengukuhan ini dilakukan oleh Staf Ahli Walikota Yogyakarta serta disaksikan langsung oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kota  Yogyakarta, Agus Muhamad Yasin, Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Kepala Bidang Poldagri Ormas Kesbangpol DIY, Sekretaris Kesbangpol Kota Yogyakarta.

Komposisi 30 Duta Demokrasi yang dikukuhkan cerminkan semangat inklusivitas yang kuat, terdiri dari 2 orang perwakilan Pemuda Ampuh, 14 perwakilan Kemantren se-Kota Yogyakarta, 1 orang dari Forum Anak Kota Yogyakarta, 1 orang dari kelompok disabilitas SIGAB, serta 11 orang perwakilan Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) Yogyakarta. Amanah sebagai Ketua Duta Demokrasi dipercayakan kepada Pangky Febriantanto, S.I.P., M.I.P., yang diharapkan mampu orkestrasi seluruh elemen pemuda tersebut dalam mengawal nilai-nilai demokrasi di wilayah Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Sekretaris Bakesbangpol sampaikan bahwa pembentukan duta ini bertujuan untuk bangun narasi positif mengenai demokrasi yang aktif, di mana anak muda terpilih diharapkan mampu memberikan "provokasi positif" serta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pemilu mendatang. Senada dengan hal tersebut, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wirawan Hario Yudho, tekankan pentingnya tumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang selaras dengan nilai moral bangsa Indonesia. Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, ingatkan agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan harus berlanjut pada pemberdayaan nyata dan kejelasan ruang kerja bagi para duta untuk jaga kualitas demokrasi di lapangan.

Sebagai agen perubahan, para Duta Demokrasi ini emban mandat berat namun mulia, mulai dari menjadi agen edukasi politik melalui berbagai media hingga promosikan nilai demokrasi yang inklusif dan sehat di lingkungan masing-masing. Mereka juga diproyeksikan menjadi benteng pertahanan dalam tangkal disinformasi dan hoaks terkait politik, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara elemen masyarakat dan pemerintah. Melalui langkah ini, diharapkan tercipta budaya politik yang partisipatif dan berintegritas, yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat Kota Yogyakarta tanpa terkecuali. (sals)

 

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 86 kali